Jakarta — Reformasi internal yang dijalankan Kepolisian Republik Indonesia dinilai mulai menunjukkan hasil positif dan berdampak pada peningkatan kinerja institusi.
Upaya pembenahan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo mendorong transformasi Polri ke arah yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) menjadi fondasi utama reformasi tersebut. Implementasinya dilakukan melalui pembenahan berkelanjutan dalam aspek pelayanan publik, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai tren kinerja Polri menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Reformasi internal Polri semakin menunjukkan hasil nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (18/04/202).
Ia mengungkapkan capaian kinerja Polri pada 2025 mencapai 91,54 persen, yang dinilai sebagai indikator keberhasilan reformasi. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri.
Dalam aspek penegakan hukum, Polri mencatat sejumlah capaian, termasuk pengungkapan kasus besar narkotika serta penindakan terhadap 845 kasus perjudian, baik konvensional maupun berbasis digital.
Selain itu, penindakan terhadap penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) turut menjadi bagian dari upaya menjaga kepentingan negara dan masyarakat.
Fernando menilai berbagai capaian tersebut patut diapresiasi, namun konsistensi reformasi dan peningkatan profesionalisme tetap menjadi kunci utama.
“Polri yang kuat dan profesional akan berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepercayaan publik,” katanya.









