Banda Aceh – Partai Aceh menggelar seminar dan diskusi publik bertema politik, investasi, lapangan kerja, dan ekonomi kreatif untuk mendorong kemandirian ekonomi di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026) itu turut menyoroti tantangan generasi muda dalam mengembangkan usaha dan memasarkan produk lokal.
Seminar bertajuk “Politik Berdaya, Ekonomi Berdaulat: Membangun Kesadaran Politik Generasi Muda, Mengawal Investasi, Mendorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Kreatif guna Mewujudkan Kemandirian Ekonomi” tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi bisnis, pengelola kawasan perdagangan, serta organisasi pemberdayaan masyarakat.
Salah satu narasumber, Haspiana Hanafiah, S.E., selaku Ketua Pokja II Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh, mengatakan forum tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi anak muda, baik dalam bidang politik maupun kewirausahaan.
Menurut Haspiana, banyak anak muda Aceh telah menghasilkan produk berkualitas. Namun, sebagian masih menghadapi kendala dalam pemasaran, pengembangan usaha, hingga memahami langkah awal untuk memulai bisnis.
“Banyak produk anak muda yang sebenarnya sangat bagus, tetapi mereka masih terbentur persoalan pemasaran. Bahkan, ada yang belum mengetahui bagaimana cara memulai usaha,” ujar Haspiana.
Ia menilai potensi tersebut perlu ditopang pendampingan, akses pemasaran, dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha muda. Dengan dukungan itu, kreativitas tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi berpeluang berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang menghasilkan nilai ekonomi.
Haspiana juga menyatakan kesiapannya membantu anak muda yang memiliki kemampuan dan produk, terutama dalam membuka akses pemasaran serta memberikan pemahaman tentang langkah-langkah memulai usaha.
“Kalau kalian memiliki kemampuan dan produk, saya siap membantu, baik dari sisi pemasaran maupun belajar bagaimana cara memulai usaha,” katanya.
Selain Haspiana, seminar tersebut menghadirkan Associate Professor Dr. Nurdin, S.H., M.H., M.Hum., CPM, CPArb., CIPM., CICL, akademisi, arbiter internasional, serta ahli di bidang migas dan konsultasi pertambangan; Prof. Dr. Srinita, S.E., M.Si., akademisi dan guru besar yang memiliki kepakaran di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); Naufal Natsir Mahmud, S.T., Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA; serta Dr. Fajran Zain, M.A., peneliti sekaligus Deputi Teknik, Pengembangan dan Tata Ruang BPKS Sabang.
Kehadiran narasumber dari berbagai bidang diharapkan memperluas pembahasan mengenai peluang investasi, pengembangan potensi ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan usaha kreatif.
Melalui forum tersebut, pengembangan ekonomi Aceh diharapkan tidak hanya berorientasi pada masuknya investasi, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat sebagai pelaku usaha, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi daerah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan dan komitmen yang disampaikan dalam forum dapat ditindaklanjuti melalui pendampingan nyata, akses pasar yang lebih luas, serta peluang usaha yang dapat dijangkau generasi muda Aceh.









