Banda Aceh – Tim Evaluasi Percepatan Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Aceh guna memastikan pelaksanaan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kunjungan yang dipimpin Ketua Sub Tim, Kolonel Inf Herlambang, didampingi Letkol Inf Edy, difokuskan pada peninjauan lapangan serta dialog dengan pemerintah daerah, pengelola program, dan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran aktual terkait perkembangan pembangunan KDKMP di berbagai daerah di Aceh.
Dalam evaluasi tersebut, tim menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Salah satu kendala utama adalah dampak bencana hidrometeorologi dan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut memengaruhi distribusi material, proses konstruksi, hingga penyelesaian sejumlah tahapan pembangunan koperasi.
Selain melakukan evaluasi, tim juga menyosialisasikan pentingnya program KDKMP sebagai bagian dari Program Strategis Nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan daerah.
“KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan komoditas unggulan lainnya. Potensi ini harus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari daerah sendiri dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi,” ujar Kolonel Herlambang.
Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, telur, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dengan semakin kuatnya ekosistem ekonomi desa, kesejahteraan masyarakat juga diharapkan meningkat secara berkelanjutan.
Untuk mempercepat penyelesaian program, tim memberikan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan penyediaan material, serta optimalisasi dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Menariknya, tim mencatat tingginya antusiasme masyarakat Aceh untuk terlibat sebagai manajer maupun tenaga pengelola KDKMP. Tingkat partisipasi tersebut bahkan menempatkan Aceh pada peringkat ketiga nasional dalam minat pengelolaan KDKMP.
Capaian itu dinilai menjadi modal penting bagi percepatan operasional koperasi sekaligus memperkuat harapan terwujudnya kemandirian ekonomi desa dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Aceh.









