Home / Sosial & Budaya

Rabu, 12 November 2025 - 15:58 WIB

Tito Karnavian Terima Gelar Adat Tertinggi dari Wali Nanggroe Aceh

Tito Karnavian menerima gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe dari Wali Nanggroe Aceh. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Sekda Aceh, M. Nasir, bersama unsur Forkopimda Aceh dan sejumlah tokoh penting lainnya. (Foto:Dok/Adpim)

Tito Karnavian menerima gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe dari Wali Nanggroe Aceh. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Sekda Aceh, M. Nasir, bersama unsur Forkopimda Aceh dan sejumlah tokoh penting lainnya. (Foto:Dok/Adpim)

Banda Aceh — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi dianugerahi gelar adat tertinggi “Petua Panglima Hukom Nanggroe” oleh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat di Pendopo Wali Nanggroe, Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (12/11/2025).

Upacara penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bersama unsur Forkopimda Aceh dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Prosesi dimulai dengan penyematan medali dan selempang adat oleh Wali Nanggroe kepada Tito Karnavian, disusul dengan peusijuek (tepung tawari) sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan.

Baca Juga |  Fenomena “Temeunak” di Medsos Aceh Dinilai Ancam Moral Generasi Muda

Dalam sambutannya, Teungku Malik Mahmud menyampaikan bahwa gelar “Petua Panglima Hukom Nanggroe” diberikan sebagai penghargaan atas dedikasi Tito Karnavian dalam menjaga keamanan nasional dan perdamaian di Aceh.

“Anugerah ini kami berikan atas jasa beliau dalam menjaga keamanan, memperkuat stabilitas di Aceh, serta pengabdian luar biasa dalam menjaga perdamaian yang kita nikmati hari ini,” ujar Malik Mahmud.

Ia menegaskan bahwa gelar kehormatan ini merupakan tanda penghormatan tertinggi rakyat Aceh bagi tokoh nasional yang dinilai berjasa bagi Nanggroe.

Baca Juga |  Satgas Yonif 112/DJ Hadiri Tradisi Bakar Batu di Puncak Jaya

“Semoga ini menjadi lambang persaudaraan antara rakyat Aceh dengan pemerintah pusat yang terus terjaga,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengungkapkan rasa bangga dan haru atas penganugerahan gelar tersebut.

“Ini akan menjadi kenangan seumur hidup saya. Saya merasa terhormat menerima gelar ini langsung dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh,” ucap Tito.

Tito mengenang saat Malik Mahmud dan rombongan berkunjung ke Jakarta untuk menyampaikan rencana penganugerahan gelar. Ia menyebut, penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan besar dari masyarakat Aceh yang akan ia jaga dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga |  Kebakaran Ban Bekas di Aceh Besar, Warga Panik Lihat Asap Hitam Tebal

“Saya sangat menghargai lembaga adat ini sebagai simbol kearifan lokal Aceh yang masih tegak di tengah modernisasi. Tugas kita adalah menjaga agar nilai-nilai adat dan budaya tetap hidup berdampingan dengan kemajuan zaman,” ujar mantan Kapolri itu.

Tito juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan lembaga Wali Nanggroe sebagai penjaga marwah adat dan budaya Aceh, sekaligus mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Tamiang

Bhayangkari Resmikan 82 Sumur Bor di Aceh
Olah TKP

Banda Aceh

Pria Asal Pidie Ditemukan Meninggal di Masjid Peunayong
Serambi Awards 2026.

Banda Aceh

Kak Na Raih Srikandi Pemulihan Aceh
Penebaran benih ikan nila di kolam lapas Banda Aceh

Banda Aceh

Lapas Banda Aceh Ubah Lahan Idle Jadi Kolam Ikan
Bantuan BSI

Aceh Tamiang

BSI Bantu Warga Huntara Lubuk Sidup
Bantuan sosial

Aceh Selatan

Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram
PPA peringati HUT RI

Banda Aceh

Partai Perjuangan Aceh Rayakan HUT RI ke-81 di Banda Aceh
HUT RI di Simeuleu

Simeulue

Polres Simeulue Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut