Banda Aceh – Kabar duka menyelimuti Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr. Zaini Abdullah, menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 86 tahun, Sabtu (13/6/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.
Tokoh yang akrab disapa Abu Doto itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya yang menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Informasi wafatnya Zaini Abdullah dibenarkan oleh sejumlah pihak keluarga dan orang terdekat almarhum. Asisten almarhum, Muzakir Abdul Hamid, menyatakan bahwa Zaini Abdullah meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh sekitar siang hari.
“Benar, Abu Doto telah meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh,” kata Muzakir Abdul Hamid.
Zaini Abdullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh modern. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017, ia juga dikenal sebagai tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berperan dalam proses perdamaian Aceh pascakonflik.
Lahir di Aceh pada tahun 1940, Zaini Abdullah memiliki latar belakang sebagai dokter sebelum aktif dalam perjuangan politik Aceh. Namanya turut dikenal dalam berbagai proses diplomasi yang mengarah pada perdamaian Aceh dan lahirnya Nota Kesepahaman Helsinki pada 2005.
Kepergian Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Selama masa kepemimpinannya sebagai gubernur, ia dikenal mendorong pembangunan daerah, penguatan pelaksanaan kekhususan Aceh, serta menjaga stabilitas politik pascaperdamaian.
Berdasarkan informasi yang beredar, jenazah almarhum direncanakan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan.
Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, mantan kombatan, ulama, hingga masyarakat Aceh yang mengenang jasa dan kontribusinya bagi daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut.














