Home / Banda Aceh / Sosial & Budaya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:28 WIB

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di RSUDZA Banda Aceh

Kabar duka wafatnya Zaini Abdullah tokoh perdamaian Aceh. (Foto:Dok/Ist)

Kabar duka wafatnya Zaini Abdullah tokoh perdamaian Aceh. (Foto:Dok/Ist)

Banda Aceh – Kabar duka menyelimuti Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr. Zaini Abdullah, menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 86 tahun, Sabtu (13/6/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.

Tokoh yang akrab disapa Abu Doto itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya yang menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Informasi wafatnya Zaini Abdullah dibenarkan oleh sejumlah pihak keluarga dan orang terdekat almarhum. Asisten almarhum, Muzakir Abdul Hamid, menyatakan bahwa Zaini Abdullah meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh sekitar siang hari.

Baca Juga |  SMA Negeri 11 Banda Aceh Gelar Incrav of Art IV Kolaborasi Budaya Indonesia–Aceh

“Benar, Abu Doto telah meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh,” kata Muzakir Abdul Hamid.

Zaini Abdullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh modern. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017, ia juga dikenal sebagai tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berperan dalam proses perdamaian Aceh pascakonflik.

Baca Juga |  Gagal Selundupkan 4 Kg Sabu via Bandara SIM, Empat Pemuda Ditangkap

Lahir di Aceh pada tahun 1940, Zaini Abdullah memiliki latar belakang sebagai dokter sebelum aktif dalam perjuangan politik Aceh. Namanya turut dikenal dalam berbagai proses diplomasi yang mengarah pada perdamaian Aceh dan lahirnya Nota Kesepahaman Helsinki pada 2005.

Kepergian Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Selama masa kepemimpinannya sebagai gubernur, ia dikenal mendorong pembangunan daerah, penguatan pelaksanaan kekhususan Aceh, serta menjaga stabilitas politik pascaperdamaian.

Baca Juga |  Guru Ambil Cuti, Justru Dimutasi? Kemenag Bungkam

Berdasarkan informasi yang beredar, jenazah almarhum direncanakan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan.

Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, mantan kombatan, ulama, hingga masyarakat Aceh yang mengenang jasa dan kontribusinya bagi daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Kapolda Aceh Terima Silaturahmi IKAGARA Banda Aceh

Banda Aceh

Pemasok Cartridge Etomidate Kasus Bireuen Masuk DPO
Konferensi pers pemerintah Aceh

Banda Aceh

Sekda Aceh Buka Rincian Dana Rp2,5 Triliun Penanganan Bencana
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt

Banda Aceh

HUT Ke-53, Bank Aceh Perkuat Transformasi dan Amanah

Banda Aceh

SBI Komit Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh
Sinergi PLN dan Kapolda Aceh.

Banda Aceh

PLN Apresiasi Dukungan Polda Aceh Jaga Proyek Strategis Nasional
Fadhlullah hadiri Milad XXVIII Dayah Inshafuddindin

Banda Aceh

Wagub Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Dayah