Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, prajurit Yon TP 855/RD, serta masyarakat setempat yang bekerja bersama demi menghadirkan akses transportasi yang lebih aman dan memadai bagi warga, Selasa (2/6/2026).
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan sarana penghubung antarwilayah. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Saat ini pembangunan telah memasuki tahap penting, yakni perakitan dan pengecoran tiang pylon yang berfungsi sebagai struktur utama penyangga kabel jembatan. Tahapan tersebut menjadi salah satu bagian paling krusial karena menentukan kekuatan dan keamanan konstruksi jembatan dalam jangka panjang.
Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama warga tampak bahu-membahu mengerjakan berbagai pekerjaan, mulai dari pengangkutan material, penyusunan besi tulangan, pemasangan rangka konstruksi, hingga proses pengecoran. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
Babinsa bersama prajurit Yon TP 855/RD juga aktif mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat agar proses pengerjaan berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran TNI tidak hanya membantu dari sisi tenaga, tetapi juga menjadi penggerak semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.
Pelda Dody Harnizar mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaan.
“Pembangunan jembatan gantung ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat. Kami akan terus mendampingi dan mengawal proses pengerjaan hingga selesai agar hasilnya kuat, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama ini warga Desa Teger Miko dan sejumlah desa di sekitarnya masih menghadapi kendala akses, terutama saat musim hujan ketika debit sungai meningkat dan penyeberangan menjadi lebih sulit serta berisiko.
Karena itu, keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang mempermudah akses masyarakat, mempercepat pelayanan kesehatan, mendukung kegiatan pendidikan, serta memperlancar hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.
Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jembatan ini juga terlihat tinggi. Warga dari berbagai kalangan secara sukarela turut menyumbangkan tenaga dan waktu demi mempercepat penyelesaian pembangunan yang dinilai sangat penting bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap terjaga dengan baik dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, jembatan gantung perintis di Desa Teger Miko diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penghubung yang aman, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian dalam membangun Aceh Tenggara yang lebih maju.








