Banda Aceh — Polda Aceh menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II Tahun 2026 yang mempertemukan para ulama dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat nilai keislaman, persaudaraan, serta kerukunan.
Dukungan tersebut ditandai dengan kehadiran Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza yang mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan dalam pembukaan muzakarah di Kompleks Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Banda Aceh, Jumat malam (9/10/2026).
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kegiatan keagamaan yang membawa pesan kedamaian dan persatuan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Menurut Joko, ulama dan tokoh agama turut berperan memperkuat nilai spiritual, membangun kebersamaan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus dijaga untuk mendukung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
“Polda Aceh mendukung kegiatan keagamaan yang membawa pesan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang damai serta harmonis,” ujar Joko.
Ia menambahkan, kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kedamaian di Aceh.
Joko berharap, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan pertukaran pemikiran keagamaan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam merawat kedamaian serta nilai-nilai Islam di Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.
Rangkaian pembukaan muzakarah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum MPTTI, Abi Sahal Tastari Wali.
Sambutan Gubernur Aceh disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Taufik. Acara selanjutnya diisi dengan pemutaran video yang menampilkan Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy.
Pembukaan ditutup dengan khutbah iftitah dan doa yang disampaikan Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana religius dan menjadi awal pelaksanaan muzakarah yang diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mendorong kehidupan masyarakat yang harmonis.









