Aceh Besar — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh menggelar audiensi strategis bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, di Aula VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (31/05/2026).
Audiensi dipimpin Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, bersama sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis pemasyarakatan, khususnya penguatan kualitas pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Aceh.
Dalam forum itu, jajaran Ditjenpas Aceh memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari penguatan program pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan, peningkatan kompetensi petugas, optimalisasi sarana dan prasarana, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Otto Hasibuan menegaskan bahwa pembinaan warga binaan harus menjadi fokus utama dalam sistem pemasyarakatan nasional. Menurutnya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek pengamanan, tetapi juga dari keberhasilan membina warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Pemasyarakatan berperan strategis dalam membentuk kembali karakter dan masa depan warga binaan. Program pembinaan harus dijalankan secara serius, terukur, dan berorientasi pada hasil,” ujar Otto.
Ia juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan jajaran Pemasyarakatan Aceh dalam memperkuat pembinaan warga binaan serta mendorong peningkatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.
Sementara itu, Yan Rusmanto menyebut audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan pemasyarakatan di Aceh kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat semakin memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan,” kata Yan.
Melalui audiensi itu, berbagai masukan dan solusi turut dirumuskan guna memperkuat sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada hasil pembinaan.
Ditjenpas Aceh berharap penguatan pembinaan tersebut mampu membekali warga binaan dengan keterampilan dan kesiapan sosial yang memadai sebelum kembali ke tengah masyarakat.








