Banda Aceh – Deputi Teknik dan Pengembangan (Tekbang) Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Fajran Zain, mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mengawal investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan ekonomi kreatif guna mewujudkan kemandirian ekonomi Aceh.
Hal itu disampaikan Fajran Zain saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Pendidikan Politik Partai Aceh 2026 bertema Politik Berdaya, Ekonomi Berdaulat di Aceh, Minggu (18/10/2026).
Dalam pemaparannya, Fajran membahas peluang investasi di Aceh, strategi pengawalan investasi, serta potensi Sabang sebagai kawasan yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia mengungkapkan, Uni.Emirat Arab sudah membidik Sabang sejak beberapa tahun yang lalu. Tahun lalu mereka berkunjung untuk memastikan kelayakan Sabang untuk dijadikan Shorebase bagi Rencana Eksplorasi MIGAS di Blok Andaman dan berbagai sektor usaha lainnya.
Menurut Fajran, kunjungan tersebut menjadi salah satu peluang yang perlu ditindaklanjuti secara serius agar potensi Sabang mampu menarik investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah.
Fajran juga memaparkan sejumlah capaian BPKS di bidang investasi serta rencana pengembangan program Kampung Bahasa Inggris di Sabang. Program tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, khususnya mereka yang ingin tinggal lebih lama untuk belajar bahasa Inggris sekaligus menikmati potensi wisata setempat.
Ia menilai, keindahan panorama laut dan wisata bahari Sabang merupakan modal penting untuk menarik wisatawan. Namun, potensi alam tersebut perlu didukung oleh inovasi dan pengembangan berbagai kegiatan ekonomi agar kunjungan wisatawan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
“Sabang tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Kita harus memikirkan peluang usaha apa yang bisa dikembangkan, bagaimana menciptakan lapangan kerja, dan bagaimana masyarakat dapat memperoleh pendapatan dari potensi yang kita miliki,” menjadi pesan penting dalam pemaparannya.
Di hadapan peserta seminar, Fajran turut membangkitkan semangat mahasiswa dan generasi muda agar memiliki kemauan, keberanian, serta kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan Aceh.
Menurutnya, generasi muda harus mampu melihat peluang, membangun kreativitas, dan mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah. Dengan dukungan investasi yang tepat dan pengembangan sektor ekonomi produktif, Aceh memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing dan memperluas kesempatan kerja.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama membangun Aceh melalui gagasan, inovasi, dan pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi Aceh, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkenalkan Sabang dan Aceh secara lebih luas kepada dunia.









