Home / Forum Publik

Rabu, 10 September 2025 - 18:34 WIB

Dari Rempah ke Parfum, Kisah Unik Parfum Kerajaan Aceh

"The King Off", Parfum Kerajaan Aceh, Aroma Nusantara yang Go International. (Pic.)

Parfum Kerajaan Aceh, yang juga dikenal dengan sebutan The King Off, semakin mencuri perhatian pecinta wewangian baik di dalam negeri maupun mancanegara. Parfum ini lahir dari kearifan lokal Aceh dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti bunga, rempah-rempah, hingga kayu beraroma khas.

Sejak masa kejayaan perdagangan rempah, Aceh dikenal sebagai salah satu pusat utama dunia. Pedagang dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok kerap singgah ke Tanah Rencong, membawa gaharu, cendana, dan kapur barus. Bahan-bahan berharga inilah yang kini menjadi inti racikan parfum khas Aceh.

Baca Juga |  Dari Matangkuli hingga Tanah Jambo Aye, Tenda Pengungsi Kembali Terendam Banjir

Pendiri Parfum Kerajaan Aceh, Rizki Ramadhan, mengatakan sejak berdiri pada 2020, produk ini bukan hanya sekadar wewangian, tetapi juga sarana melestarikan budaya. Melalui akun Instagram resmi [@]kerajaanacehparfume, Rizki aktif mempromosikan produk tersebut ke berbagai kalangan.

“Melalui parfum, kami ingin mengangkat nilai dan sejarah Aceh. Logo produk pun terinspirasi dari ikon budaya, seperti Pintu Aceh yang melambangkan Masjid Raya Baiturrahman, Gunongan Aceh sebagai simbol sejarah, hingga kupiah meukutop sebagai warisan tradisi,” jelasnya.

Baca Juga |  Bea Cukai Aceh dan Satpol PP Perkuat Sinergi Berantas Rokok Ilegal

Parfum ini diracik dengan metode tradisional yang diwariskan turun-temurun, melalui proses penyulingan, pencampuran, hingga fermentasi. Bahan-bahan utama yang digunakan antara lain bunga cempaka, melati, kayu gaharu, kopi, cengkeh, serta kayu manis. Kombinasi alami tersebut menghasilkan aroma khas, kuat, sekaligus tahan lama.

Saat ini, Parfum Kerajaan Aceh hadir dalam berbagai varian, seperti Seulanga, Jeumpa, Coffee, Sanger Espresso, hingga Sultan Muda. Produk ini tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga banyak diburu wisatawan sebagai oleh-oleh khas Aceh. Bahkan, keberadaannya telah diperkenalkan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta sejumlah instansi terkait di Aceh.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Audiensi dengan Komunitas Green Leadership Indonesia Aceh

“Visi kami adalah menyediakan produk parfum berkualitas dengan ciri khas daerah, membangun loyalitas konsumen, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal,” tambah Rizki.

Dengan keunikan aroma serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya, Parfum Kerajaan Aceh kini layak disebut sebagai salah satu warisan tradisi Nusantara yang sedang menuju panggung dunia.

Editor:

Share :

Baca Juga

Rival Amiruddin pemilik PO JRG

Forum Publik

Mengenal T. Rival Amiruddin, Dari Sopir Labi-Labi Jadi Pengusaha Sukses
Prof Marniati

Forum Publik

Jejak Pengabdian Prof Adjunct Dr Marniati untuk Pendidikan Anak Bangsa
Ketua Umum FOSKADJA

Forum Publik

Khalid Nahkodai Foskadja, Terpilih Aklamasi di Mubes V

Forum Publik

Dari Bisnis Otobus ke Filantropi, Kiprah Rival Amiruddin
Vathia Najwa Agam ining Aceh Utara.

Forum Publik

Aktif Sejak Sekolah, Vathia Najwa Mantapkan Langkah di Ajang Inong Aceh
Workshop imunisasi.

Forum Publik

Aceh Perkuat Imunisasi, Pokja dan Satgas Dibentuk Kejar Cakupan Anak
Bea cukai aceh

Forum Publik

Bea Cukai Aceh dan Satpol PP Perkuat Sinergi Berantas Rokok Ilegal
Komunitas lingkungan

Forum Publik

Kapolda Aceh Audiensi dengan Komunitas Green Leadership Indonesia Aceh