Kutacane — Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah melakukan kunjungan kerja ke Polres Aceh Tenggara, Kamis (14/5/2026), dengan menekankan penguatan pelayanan publik dan sinergitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kedatangan Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ira Marzuki, disambut Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry, Kapolres Aceh Tenggara Yulhendri, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta jajaran pemerintah daerah.
Penyambutan berlangsung melalui prosesi adat Tari Alas Belo Mesusun dan peusijuk sebagai simbol penghormatan masyarakat Aceh Tenggara.
Dalam pemaparannya, Kapolres menyebut Polres Aceh Tenggara masih menghadapi kekurangan personel. Dari kebutuhan ideal 1.078 anggota, baru tersedia 537 personel atau kekurangan 541 anggota. Meski demikian, situasi kamtibmas menunjukkan tren membaik.
“Gangguan kamtibmas menurun dari 444 kasus menjadi 182 kasus atau turun sekitar 59 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar AKBP Yulhendri.
Kapolres juga menyebut kasus narkoba masih menjadi perhatian serius, meski secara umum mengalami penurunan. Aparat mengamankan barang bukti sabu, ganja, dan ekstasi dari sejumlah tersangka dengan berbagai kategori.
Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas turun dari 79 kasus menjadi 30 kasus. Namun, jumlah korban meninggal dunia tercatat meningkat menjadi satu orang pada 2026.
Kapolda Aceh mengapresiasi sinergi antara kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan pentingnya kehadiran aktif Polri melalui patroli rutin, sambang desa, dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Polri harus terus melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, mencegah hoaks, narkoba, perjudian, dan tindak kriminal lainnya,” tegas Marzuki.
Usai kegiatan, Kapolda melanjutkan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Iman di Kecamatan Lawe Sumur.









