Home / Sosial & Budaya

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:33 WIB

PW PII Aceh Gelar FGD Bahas Penyebaran Aliran Sesat, Ancaman Senyap Masa Depan Aceh

FGD PII Aceh Dorong Refleksi Diri dalam Beragama. (Foto: Dok/Ist)

FGD PII Aceh Dorong Refleksi Diri dalam Beragama. (Foto: Dok/Ist)

Banda Aceh – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyebaran Aliran Sesat di Aceh, Ancaman Senyap Masa Depan Aceh” di Hotel Rajawali, Senin (25/8/2025).

‎Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu perwakilan Dinas Syariat Islam Aceh, Zulkifli, Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Yusni Sabi, Ph.D., serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, H.A. Hamid Zein.

‎Dalam pemaparannya, Zulkifli menegaskan bahwa masyarakat Aceh dikenal dengan budaya sopan santun, berbeda dari stigma negatif yang sering beredar di media sosial. Ia juga menyinggung Pasal 11 Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pembinaan dan Perlindungan Aqidah, yang salah satunya menegaskan larangan mengingkari rukun iman yang enam.

‎Sementara itu, Ketua FKUB Aceh H.A. Hamid Zein menyampaikan bahwa fenomena aliran sesat tidak hanya ada dalam Islam, tetapi juga terjadi pada agama-agama lain. Menurutnya, faktor pemicu bisa berasal dari kondisi keluarga yang tidak harmonis, gaya hidup, permasalahan ekonomi, hingga hutang piutang.

Baca Juga |  Tito Karnavian Terima Gelar Adat Tertinggi dari Wali Nanggroe Aceh

“Dampaknya bisa meluas, mulai dari gangguan sosial di lingkungan, penyimpangan syariah, hingga melahirkan perilaku ekstrem seperti terorisme,” ujarnya. Ia juga menekankan keistimewaan Aceh yang kuat dalam bidang agama, sekaligus pentingnya peran ulama dalam menjaga nilai-nilai keberagamaan serta sikap saling menghormati antar umat beragama.

‎Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Yusni Sabi, Ph.D., menambahkan bahwa aliran sesat sejatinya dapat dihindari jika umat Islam konsisten berpegang teguh pada syariat. “Islam itu universal, mencakup semua mazhab, dan seluruhnya berpijak pada ajaran Rasulullah SAW. Syariat pun diatur oleh undang-undang. Maka inti beragama adalah refleksi pada diri sendiri, apakah kita sudah benar-benar menjalankan ajaran agama sesuai tuntunan,” paparnya.

‎FGD ini diharapkan mampu menjadi forum refleksi dan penguatan peran generasi muda Aceh dalam menjaga aqidah serta mencegah infiltrasi ajaran menyimpang yang berpotensi merusak sendi kehidupan masyarakat.

Baca Juga |  HIMPAUDI Pusat Salurkan Bantuan Untuk Guru PAUD Terdampak Banjir di Pidie Jaya

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Donor darah BSI aceh

Sosial & Budaya

BSI Aceh Peringati Milad ke-5 dengan Aksi Donor Darah Serentak
Program Hibah Grassroots Jepang di Indonesia

News

Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra
Road Show Yabani Berkisah di MTsS Al Qudus, Beutong

Daerah

Road Show YABANI Berkisah Ditutup di Nagan Raya, Pulihkan Semangat Anak Korban Banjir
Roadshow YABANI Berkisah hadir di Gampong Babah Suak, Nagan Raya

Daerah

Road Show YABANI Berkisah, Kak Bimo Edukasi Anak di Gampong Babah Suak
Roadshow Yabani Berkisah di Pidie jaya

Sosial & Budaya

Road Show Yabani Berkisah: Cerita, Tawa, dan Harapan di Lungbimba
Road Show Yabani Berkisah

News

Cerita Kerajaan dan Kebersihan Warnai Road Show YABANI Berkisah di Bireuen
Relawan Yabani Berkisah bersama anak-anak di Bener Meriah.

News

Road Show YABANI Berkisah Hari Kelima Tembus Dataran Tinggi Bener Meriah
layanan paspor simpatik imigrasi

Sosial & Budaya

Paspor Simpatik Imigrasi Aceh, Solusi Warga di Hari Libur