Banda Aceh – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh menggelar Seminar Pendidikan Politik Anggota Partai Aceh Tahun 2026 bertema “Peran Ureng Inong Aceh Menjadi Marwah Nanggroe” di Azana Oasis Hotel, Banda Aceh, selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti 70 peserta ini bertujuan meningkatkan pemahaman politik kader perempuan, memperkuat kapasitas kepemimpinan, mempererat silaturahmi antarkader, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembangunan masyarakat Aceh.
Selain itu, seminar ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kader mengenai peran strategis perempuan dalam organisasi politik, menumbuhkan kaderisasi kepemimpinan perempuan, serta menjaga nilai-nilai budaya dan marwah Aceh. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong perempuan agar lebih aktif, mandiri, dan mampu berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.
Ketua Panitia, Hj. Ummi Kalsum, S.Pd., mengatakan seminar tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pengembangan kapasitas perempuan agar mampu mengambil peran lebih luas.
“Perempuan harus terus maju, berkontribusi di berbagai bidang, serta ikut menjaga marwah Aceh dan memajukan Partai Aceh,” ujar Ummi.
Ia menyebutkan, keterlibatan perempuan di Partai Aceh hampir mencapai 40 persen. Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat agar perempuan tidak hanya berperan sebagai anggota, tetapi juga memiliki kesempatan menduduki posisi strategis dalam organisasi dan kepemimpinan politik.
Sementara itu, pimpinan Partai Aceh, H. Ermiadi Abdurahman, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pencapaian partai merupakan hasil kerja bersama. Ia berharap kader perempuan mendapat kesempatan lebih luas untuk tampil sebagai pemimpin.
“Pencapaian hari ini merupakan hasil kerja bersama. Saya berharap ke depan perempuan Partai Aceh juga bisa menjadi pemimpin,” kata Ermiadi.
Melalui seminar ini, DPP Partai Aceh diharapkan dapat memperkuat kualitas kader perempuan, mendorong regenerasi kepemimpinan, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam kehidupan politik dan sosial demi kemajuan masyarakat Aceh.









