Banda Aceh — SMA Negeri 11 Banda Aceh membuka secara resmi gelaran Incrav of Art IV yang berlangsung di kompleks sekolah setempat, Jl. Paya Umet, Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Rabu, 19 November 2025. Acara seni tahunan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dengan sambutan yang menekankan pentingnya seni sebagai ruang ekspresi bagi pelajar.
Tahun ini, Incrav of Art IV mengangkat tema kolaborasi budaya Indonesia dan Aceh, dengan kopi dipilih sebagai simbol utama yang merepresentasikan kekayaan tradisi sekaligus identitas khas masyarakat Aceh.
Tema yang dipilih panitia mencerminkan komitmen SMA Negeri 11 Banda Aceh untuk memperkenalkan keberagaman budaya kepada generasi muda. Unsur kopi menjadi penegas hubungan Aceh dengan dunia seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Acara pembukaan dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai SMA di Banda Aceh, tamu undangan, serta perwakilan duta-duta daerah, mulai dari Duta Bahasa Provinsi Aceh, Duta Anti Narkoba, hingga Duta Siswa Aceh.
Dalam sambutannya, Murthalamuddin mengajak para siswa untuk menjadikan seni sebagai ruang berkreasi tanpa batas.
“Acara Incrav of Art ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas dan berekspresi secara positif. Seni bukan hanya hiburan, tetapi ruang untuk membangun karakter,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan untuk memperkuat potensi pelajar dalam seni budaya dan kreativitas modern.
Kepala SMA Negeri 11 Banda Aceh, Dra. Nuriati, M.Pd, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Incrav of Art IV merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung bakat dan minat siswa.
“Acara ini menjadi ruang bagi siswa-siswi untuk menampilkan karya terbaik mereka dalam bidang seni, musik, dan budaya. Kami ingin memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang,” jelasnya.
Nuriati menambahkan bahwa penggabungan budaya nasional dan Aceh diharapkan dapat memperluas wawasan pelajar terhadap keragaman seni dan identitas lokal.
Incrav of Art IV menampilkan berbagai pertunjukan seperti musik, tari, pameran seni, hingga kompetisi kreatif antar pelajar. Kegiatan ini juga menjadi arena kolaborasi antarsekolah serta mendorong pelajar untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai budaya Aceh.








