Home / Aceh Timur / Sosial & Budaya

Sabtu, 15 November 2025 - 18:01 WIB

Tani Merdeka Tinjau Irigasi Rusak di Ranto Peureulak

Ketua Tani Merdeka Aceh Timur, Zubir Yahya alias Capang, sedang melaksanakan peninjauan irigasi dan jalan produksi tani di Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur. (Foto:Dok/TM Aceh Timur)

Ketua Tani Merdeka Aceh Timur, Zubir Yahya alias Capang, sedang melaksanakan peninjauan irigasi dan jalan produksi tani di Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur. (Foto:Dok/TM Aceh Timur)

Aceh Timur — Sejumlah petani di Kecamatan Ranto Peureulak mengeluhkan saluran irigasi yang tersumbat dan kondisi jalan produksi tani yang belum memadai. Keluhan itu disampaikan saat agenda kunjungan lapangan Ketua Tani Merdeka Aceh Timur ke Desa Alue Ie Udep dan Desa Seumali untuk meninjau langsung persoalan yang berdampak pada hasil produksi pertanian di wilayah tersebut, pada Sabtu, 15/11/2025.

Dalam kunjungan itu, Ketua Tani Merdeka, Zubir Yahya alias Capang, beserta staf dan para petani setempat melakukan pengecekan sejumlah titik penting, mulai dari waduk, saluran irigasi primer, hingga akses jalan produksi.

Baca Juga |  Ratusan Warga Mengungsi, Imigrasi Aceh Distribusikan Bantuan Darurat

Petani menyebutkan bahwa sumbatan di alur irigasi menyebabkan suplai air ke areal persawahan terganggu. Padahal, total lahan sawah yang bergantung pada irigasi dari dua desa tersebut mencapai 200 hektare.

Tinjau jalan produksi
Peninjauan jalan produksi tani di Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur. (Foto:Dok/TM Aceh Timur)

Selain irigasi, petani Desa Alue Ie Udep mengusulkan pembangunan jalan produksi perkebunan (JPP) sepanjang 2 kilometer. Sementara di Desa Seumali, kebutuhan infrastruktur lebih besar, dengan permintaan pembangunan jalan JPP sepanjang 5 kilometer. Para petani menegaskan bahwa fasilitas jalan produksi tani (JPT) dan JPP sangat vital untuk memperlancar kegiatan distribusi hasil panen dan akses alat mesin pertanian.

Baca Juga |  Rotasi Jabatan di Polresta Banda Aceh

Melalui Tani Merdeka, masyarakat berharap agar Kementerian Pertanian (Kementan) dan pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini. Mereka menilai pembangunan saluran irigasi baru, perbaikan infrastruktur JPT dan JPP, serta penyediaan bantuan alsintan, akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian di Ranto Peureulak.

Baca Juga |  Kapal MV Egon Sandar di Krueng Geukueh, Polri Kirim Logistik dan 220 Personel

“Harapan kami sederhana, pemerintah hadir dan mendukung penuh peningkatan produksi petani. Irigasi, jalan produksi, dan alsintan itu kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” ujar salah satu petani di lokasi peninjauan.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Tamiang

Bhayangkari Resmikan 82 Sumur Bor di Aceh
Pemberian gelar kesultanan

Aceh Timur

Gelar Dipertanyakan, Dugaan Penipuan Seret Nama “Sultan” di Aceh Timur
Yulindawati

Aceh Timur

Yulindawati Bongkar Dugaan Rekayasa Status Kejiwaan Mutia Sari
Olah TKP

Banda Aceh

Pria Asal Pidie Ditemukan Meninggal di Masjid Peunayong
Serambi Awards 2026.

Banda Aceh

Kak Na Raih Srikandi Pemulihan Aceh
Penebaran benih ikan nila di kolam lapas Banda Aceh

Banda Aceh

Lapas Banda Aceh Ubah Lahan Idle Jadi Kolam Ikan
Bantuan BSI

Aceh Tamiang

BSI Bantu Warga Huntara Lubuk Sidup
Bantuan sosial

Aceh Selatan

Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram