Home / Aceh Timur / Hukum & Kriminal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Masyarakat Mukim Nurul A’la Minta Pemerintah Audit HGU PTPN I Karang Inong KSO

Masyarakat berada di pintu masuk Kebun Karang Inong KSO PTPN I di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. (Foto:Dok/Ist)

Masyarakat berada di pintu masuk Kebun Karang Inong KSO PTPN I di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. (Foto:Dok/Ist)

Aceh Timur – Masyarakat adat Mukim Nurul A’la bersama masyarakat lokal Aceh Timur mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan penguasaan tanah ulayat serta legalitas operasional PTPN I Karang Inong KSO.

Desakan tersebut disampaikan kepada Redaksi LamanNews pada Minggu (2/8/2026) oleh Amir Hamzah alias Aneuk Syuhada, tokoh masyarakat sekaligus perwakilan warga Desa Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Ia mengatakan masyarakat menginginkan penyelesaian persoalan dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Amir Hamzah, lahan yang saat ini menjadi areal perkebunan diduga berasal dari tanah ulayat dan tanah garapan masyarakat yang telah dikuasai secara turun-temurun. Ia menyebut masyarakat menduga proses pengambilalihan lahan pada masa lalu dilakukan tanpa musyawarah dengan pemilik hak maupun masyarakat adat, serta tanpa pemberian ganti rugi yang dinilai adil.

Baca Juga |  Polres Aceh Besar Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sungai Siron

Selain persoalan penguasaan lahan, Amir Hamzah juga meminta pemerintah memeriksa legalitas operasional PTPN I Karang Inong KSO. Pemeriksaan tersebut, menurutnya, perlu mencakup status Hak Guna Usaha (HGU), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta berbagai perizinan lain yang diwajibkan sesuai peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan dokumen yang diterima Redaksi LamanNews dan masih dalam proses verifikasi, tercantum data HGU atas nama PTPN I dengan Nomor SK HGU 82/HGU/BPN/1999 tertanggal 6 September 1999. Dokumen tersebut juga mencantumkan luas areal sekitar 4.632,6 hektare yang meliputi wilayah Tampak, Kliet, Berandang, Melayu, Paya Palas, dan Semalik di Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dengan masa berlaku HGU yang tercatat hingga 6 September 2024.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Luncurkan Buku "Polda Aceh Meutuah"

Amir Hamzah juga menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Timur belum menunjukkan langkah yang memadai dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Karena itu, masyarakat meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum melakukan audit dan investigasi secara terbuka terhadap legalitas penguasaan tanah, proses penerbitan hak atas tanah, perizinan lingkungan, serta aktivitas pengelolaan lahan oleh PTPN I Karang Inong KSO.

“Perjuangan masyarakat bukan hanya menyangkut sengketa tanah, tetapi juga pemulihan hak-hak masyarakat adat yang telah menguasai wilayah tersebut berdasarkan sejarah, hukum adat, dan penguasaan turun-temurun,” kata Amir Hamzah.

Ia berharap negara hadir untuk memberikan kepastian hukum, mengembalikan keadilan, serta menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga |  Lanud SIM Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Ganja di Bandara

Amir Hamzah menambahkan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran di bidang pertanahan, lingkungan hidup, maupun administrasi pemerintahan, masyarakat meminta agar seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PTPN I Karang Inong KSO belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi atas berbagai dugaan dan tuntutan yang disampaikan masyarakat.

Redaksi LamanNews tetap membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, serta akan memuat penjelasan dari pihak perusahaan apabila telah diterima.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Keterangan pers Polda Aceh

Bireuen

Operasi Penangkapan Bandar Narkoba di Bireuen Berujung Duka
Penangkapan residivis pencuri rumah

Banda Aceh

Residivis Bobol Rumah, Tim Rimueng Koetaradja Ringkus Pelaku
Penyeludupan emas batangan

Banda Aceh

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Rp7,2 Miliar di Bandara SIM Aceh
Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

Aceh Besar

Operasi Gabungan Sasar Dugaan Tambang Emas Ilegal di Aceh Besar
Patroli laut Bea Cukai gagalkan penyelundupan narkoba

Hukum & Kriminal

Sinergi Bea Cukai-Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu di Lhokseumawe
Ditjenpas Aceh, Ramdani boy

Banda Aceh

Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Lapas Banda Aceh
Evakuasi jenazah KM Emirates

Banda Aceh

Ditpolairud Polda Aceh Evakuasi Jenazah ABK KM Emirates yang Meninggal Saat Melaut
Pemeriksaan Pelaku pemerasan di lamreh

Banda Aceh

Polda Aceh Tangkap Lima Pelaku Pungli di Kawasan Wisata Lamreh