Home / Ekonomi Bisnis

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:37 WIB

BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas Lewat Green Zakat

Program Green Zakat BSI mendukung pengurangan sampah nasional. (Foto:Dok/BSI)

Program Green Zakat BSI mendukung pengurangan sampah nasional. (Foto:Dok/BSI)

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat implementasi Green Zakat melalui Program Waste Management yang mengintegrasikan keuangan sosial syariah, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini mendorong pengelolaan sampah anorganik menjadi aset bernilai ekonomi melalui tabungan BSI Emas.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan inovasi pengelolaan zakat menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. BSI meyakini pengelolaan zakat yang inovatif dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Bob dalam keterangan tertulis, Kamis (19/6/2026).

Baca Juga |  BSI Bantu Warga Huntara Lubuk Sidup

Melalui Program BSI Waste Management, dana zakat dimanfaatkan untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. Sampah yang dikumpulkan dipilah dan diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja daur ulang.

BSI juga melibatkan masyarakat melalui kios daur ulang yang memungkinkan sampah anorganik dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas. Dengan setoran minimal senilai Rp55 ribu, masyarakat dapat memperoleh saldo dalam bentuk rekening emas.

Baca Juga |  BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun, Nilai per Saham Melonjak 44 Persen

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya yang mampu menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Green Zakat menjadi jembatan antara pemberdayaan mustahik, pelestarian lingkungan, dan peningkatan literasi investasi masyarakat,” kata Bob.

Pada tahap awal, program ini menyasar lebih dari 20 kepala keluarga atau 73 penerima manfaat di kawasan Bantar Gebang dan Tangerang Selatan dengan target pengelolaan lebih dari 27 ton sampah daur ulang.

Baca Juga |  Aceh Product Launch 2026 Perluas Pasar dan Peluang Bisnis UMKM

BSI juga mengalokasikan bantuan senilai Rp1 miliar untuk pelatihan, pengembangan keterampilan produksi barang daur ulang, dan pembangunan lima kios Waste Management yang akan beroperasi bertahap mulai Juni hingga Agustus 2026.

Program Green Zakat BSI mendukung agenda Asta Cita dan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan aksi terhadap perubahan iklim.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Marnia Kenalkan Kosmetik Lokal di Wisuda UUI

Ekonomi Bisnis

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen dan Pasar Ekspor
Forum evaluasi program CSR Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Perkuat CSR Lewat Aspirasi Warga
Digitalisasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank Aceh di Bireun

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Digitalisasi Keuangan Sekolah di Bireuen
Sinergitas antar lembaga da instansi

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Sinergi dengan Polda Aceh
Perlindungan data nasabah BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Sertifikasi ISO 27701 untuk Lindungi Data Nasabah

Ekonomi Bisnis

Marnia Connect for Charity Digelar di Medan, Usung Bisnis Berbasis Kemanusiaan
Layanan bank bsi

Ekonomi Bisnis

BSI Siapkan Tabungan Bebas Admin untuk Masyarakat