Home / Ekonomi Bisnis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Aceh Product Launch 2026 Perluas Pasar dan Peluang Bisnis UMKM

Medan – Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh terus mendorong perluasan pasar bagi produk unggulan daerah dengan menggelar Aceh Product Launch Collaboration Day 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di Hotel Grand Inna Medan, Sumatera Utara, ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh dengan buyer, distributor, retailer, investor, serta mitra usaha dari berbagai sektor.

Melalui agenda business matching tersebut, Pemerintah Aceh menargetkan lahirnya berbagai kerja sama bisnis yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Aceh.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si., mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat melalui dukungan nyata, khususnya dalam perluasan pasar dan pengembangan jejaring usaha.

Menurutnya, Aceh memiliki beragam produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional, mulai dari kopi, pangan olahan, kerajinan, fesyen, kosmetik berbahan alami hingga berbagai produk ekonomi kreatif.

Baca Juga |  Bank Aceh Jalin Kerja Sama Hukum dengan Kejati Aceh

“Tantangan terbesar saat ini bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi bagaimana mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas. Karena itu, Aceh Product Launch Collaboration Day menjadi jembatan untuk membuka peluang bisnis baru bagi UMKM Aceh,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga difokuskan pada penciptaan kerja sama bisnis yang memberikan dampak ekonomi secara langsung.

“Target utama kami adalah mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha yang mampu membuka akses pasar lebih luas. Kami berharap lahir nota kesepahaman, kontrak dagang, hingga kemitraan jangka panjang yang dapat meningkatkan penjualan serta memperkuat posisi UMKM Aceh di pasar nasional,” katanya.

Reza menambahkan, melalui business matching para pelaku usaha tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga berdiskusi langsung mengenai kebutuhan pasar, sistem distribusi, kapasitas produksi hingga peluang investasi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Katahati Institute, Raihal Fajri, menilai tren pasar saat ini semakin mengarah pada produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan.

Baca Juga |  BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar dalam mengembangkan green product berbasis sumber daya lokal, mulai dari hasil hutan bukan kayu hingga produk kreatif hasil pengolahan limbah.

“Melalui kegiatan ini, UMKM Aceh memiliki kesempatan memperkenalkan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, business matching menjadi ruang penting untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra usaha yang kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok dan pengembangan bisnis.

Di sisi lain, Kepala UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Aceh, Rosti Maidar, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan pameran produk unggulan, tetapi juga sesi product pitching, business matching, serta kunjungan bisnis ke sejumlah pelaku usaha di Sumatera Utara.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya memamerkan produk, tetapi mampu membangun komunikasi bisnis secara langsung dengan buyer dan investor. Setiap peserta akan mempresentasikan profil usaha, kapasitas produksi, sertifikasi, hingga peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama calon mitra,” jelasnya.

Baca Juga |  Bank Aceh Dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun

Menurut Rosti, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk-produk Aceh sekaligus memperluas jaringan kemitraan yang berkelanjutan.

Selain mengikuti sesi presentasi produk dan pertemuan bisnis, peserta juga melakukan kunjungan ke sejumlah pelaku usaha di Sumatera Utara untuk memperluas wawasan mengenai strategi pemasaran, inovasi produk, pengemasan, serta pengembangan jejaring usaha yang lebih kompetitif.

Mengusung semangat kolaborasi bisnis dan pengembangan produk ramah lingkungan, Aceh Product Launch Collaboration Day 2026 diharapkan mampu memperluas promosi produk unggulan Aceh, memperkuat jaringan bisnis, serta melahirkan berbagai nota kesepahaman dan kontrak kerja sama yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dan pertumbuhan ekonomi Aceh.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Penyerahan lruk uang dari BI

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Ubah Uang Tak Layak Edar Jadi Energi Ramah Lingkungan
Bank Aceh dan Taspen

Banda Aceh

Bank Aceh Dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun
Bsi Raup laba

Ekonomi Bisnis

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700 Persen
Bhayangkari Kreasi Nusantara 2026

Ekonomi Bisnis

Kopi dan Wastra Aceh Ramaikan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara
Daddi Peryoga

Banda Aceh

OJK Aceh Tingkatkan Kompetensi Frontliner
Gencarkan BSI Aceh.

Banda Aceh

BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan
Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia 2026.

Ekonomi Bisnis

Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026
Pembiayaan BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Catat Pembiayaan Rp335 Triliun hingga Mei 2026