Banda Aceh – Bank Aceh memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 dengan menegaskan komitmennya memperkuat transformasi sebagai bank syariah modern sekaligus mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Peringatan HUT yang berlangsung di Lapangan Expo UMKM Bank Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/8), dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T., yang membacakan amanat Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Aceh.
Dalam amanat tersebut, Pemerintah Aceh mengapresiasi perjalanan Bank Aceh selama 53 tahun yang dinilai berhasil menjadi mitra strategis pembangunan daerah dengan kinerja yang sehat, kompetitif, dan terus berkembang pasca bertransformasi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016.
Mengusung tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, peringatan HUT tahun ini menjadi refleksi atas komitmen Bank Aceh menjaga kepercayaan masyarakat melalui integritas, profesionalisme, inovasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pelayanan terbaik.
Pemerintah Aceh berharap momentum HUT ke-53 menjadi pijakan bagi Bank Aceh untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, mempercepat inovasi, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga mendorong Direksi dan Dewan Komisaris yang kini telah lengkap agar semakin solid dalam mempercepat agenda strategis perusahaan, termasuk mempersiapkan Bank Aceh menjadi bank devisa guna mendukung perdagangan dan investasi.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan usia ke-53 menjadi momentum memperkuat semangat transformasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Selama 53 tahun Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat Aceh. Kepercayaan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang sehat, pelayanan yang semakin baik, tata kelola yang kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Tema tahun ini menjadi komitmen seluruh insan Bank Aceh untuk terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Aceh,” ujarnya.
Menurut Fadhil, transformasi yang dilakukan sejak konversi menjadi bank syariah terus diperkuat melalui pengembangan layanan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyempurnaan tata kelola, pengembangan produk berbasis syariah, serta perluasan akses layanan keuangan hingga ke berbagai pelosok Aceh.
Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, kinerja Bank Aceh tetap menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, total aset Bank Aceh mencapai Rp29,7 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25 triliun, sementara pembiayaan mencapai Rp21,87 triliun atau tumbuh 5,94 persen secara tahunan. Laba bersih tercatat sebesar Rp171 miliar.
Sejumlah penghargaan nasional turut diraih Bank Aceh, di antaranya Financial Literacy Award 2025 dari OJK, PRIMA Awards 2025 Platinum Award, Serambi Ekraf Award 2025, serta Top Sharia Regional Bank pada Indonesia 20 Syariah Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan atas keberhasilan Bank Aceh dalam memperkuat tata kelola, transformasi digital, serta pengembangan industri keuangan syariah.
Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Bank Aceh juga terus memperkuat kepedulian sosial. Saat bencana banjir melanda Aceh pada 2025, Bank Aceh tetap menjaga operasional layanan melalui penerapan Business Continuity Management (BCM), membuka posko layanan, memberikan relaksasi pembiayaan, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Program Bank Aceh Peduli.
Sebagai bank pembangunan daerah milik Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota, Bank Aceh berkomitmen terus mendukung pembiayaan sektor produktif, UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, industri halal, ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Rangkaian HUT ke-53 juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti jalan santai, donor darah di seluruh kantor cabang, serta bakti sosial yang dilaksanakan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, dan Persatuan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS).
Melalui kegiatan tersebut, Bank Aceh menyalurkan 30 unit kursi roda dan 115 paket bantuan kepada Ruang Onkologi RSUD dr. Zainoel Abidin, serta dua unit kursi roda, empat unit kipas angin, dan 115 paket bantuan kepada SLB Bukesra Banda Aceh.
Memasuki usia ke-53, Bank Aceh optimistis terus tumbuh sebagai bank syariah yang sehat, modern, inovatif, dan terpercaya, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Aceh melalui pelayanan prima, tata kelola yang kuat, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.









