Banda Aceh — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital yang aman, mudah, dan inklusif guna meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus menjaga keberlanjutan layanan keuangan berbasis syariah di Indonesia. Di tengah akselerasi digital, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan real-time terus meningkat.
Menjawab hal tersebut, BSI menghadirkan ekosistem layanan terintegrasi melalui berbagai kanal digital seperti BYOND, BEWIZE, BSI Net, QRIS, hingga EDC. Infrastruktur tersebut didukung lebih dari 1.000 jaringan kantor, sekitar 126 ribu agen, layanan remitansi di 13 negara, jaringan ATM luas, serta call center 14040.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengapresiasi loyalitas lebih dari 23 juta nasabah yang menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan. Ia menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari perlindungan konsumen.
“Teknologi harus menjadi solusi, bukan celah kejahatan. Karena itu, kami terus mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan waspada,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi finansial memiliki dua sisi: memudahkan aktivitas sekaligus membuka peluang kejahatan digital. Untuk itu, BSI secara konsisten menghadirkan program literasi guna meningkatkan kesadaran dan keamanan transaksi.
Transformasi digital ini juga mendorong kinerja berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga 2026, pengguna mobile banking BSI mencapai sekitar 9 juta, dengan pertumbuhan signifikan pada layanan BYOND yang meningkat 197 persen secara tahunan.
Ke depan, BSI akan terus memperkuat kapabilitas digital guna meningkatkan frekuensi dan nilai transaksi, sekaligus memperluas inklusi keuangan. Tidak hanya itu, BSI juga mendorong sektor mikro dengan membina lebih dari 5.000 UMKM melalui pembiayaan dan pengembangan pusat UMKM di berbagai daerah.
Sebagai perusahaan terbuka, BSI menegaskan komitmen terhadap tata kelola yang baik dan transparansi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.









