Home / Banda Aceh / Lingkungan

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:54 WIB

Flower Aceh dan Lifeguards Aceh Salurkan Bantuan untuk 2.950 KK Korban Banjir

Relawan Flower Aceh menyalurkan bantuan ke korban banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok/Flower Aceh).

Relawan Flower Aceh menyalurkan bantuan ke korban banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok/Flower Aceh).

Aceh Tamiang – Aksi kemanusiaan terus dilakukan oleh Flower Aceh bersama Lifeguards Aceh dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November 2025. Hingga pertengahan Maret 2026, kedua organisasi tersebut masih aktif menyalurkan bantuan bagi ribuan penyintas, terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Bantuan kemanusiaan difokuskan di sejumlah daerah terdampak, di antaranya Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie, dan Pidie Jaya. Berbagai layanan yang diberikan meliputi pengoperasian dapur umum, distribusi logistik, layanan pengaduan kekerasan berbasis gender, hingga pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak.

Di Aceh Tamiang, distribusi bantuan dilakukan dengan dukungan sejumlah mitra seperti Penabulu-Oxfam, WLHL, dan Lokadaya. Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako, hygiene kit, shelter kit, kasur lipat, perlengkapan memasak, hingga tabung gas untuk warga terdampak yang tersebar di berbagai gampong, termasuk wilayah dengan akses sulit akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir.

Baca Juga |  Pulau Weh Bersiap Sambut Sabang Night Run 2025

Sejak 28 November 2025, relawan telah mendirikan dapur umum di belakang Kantor DPRK Aceh Tamiang. Menariknya, operasional awal dapur umum tersebut berasal dari dana pribadi para relawan. Seiring waktu, dukungan mulai berdatangan dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri seperti Aceh, Medan, Jakarta, Bekasi, maupun dari donatur luar negeri.

Setiap harinya, dapur umum tersebut mampu memproduksi ratusan nasi bungkus yang didistribusikan ke berbagai titik pengungsian seperti Kota Lintang, Desa Kesehatan, hingga kawasan Kuala Simpang dan Babo. Selain itu, relawan juga menyalurkan pakaian baru bagi penyintas yang kehilangan harta benda.

Memasuki Februari 2026, bantuan diperluas dengan pendistribusian paket sembako, shelter kit, dan hygiene kit. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pendataan lapangan menggunakan metode rapid assessment dan rapid gender assessment guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca Juga |  Aksi Bantuan Aceh, GAM Soroti Tindakan Represif TNI

Berdasarkan data lapangan, total penerima manfaat hingga Maret 2026 mencapai lebih dari 2.950 kepala keluarga. Penyaluran dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi seperti Gampong Kota Kuala Simpang, Dusun Kenari, Tanah Terban, hingga Gampong Babo dan kawasan Simpang Kiri.

Ketua Posko Relawan Flower Aceh dan Lifeguards Aceh di Aceh Tamiang, Agus Milanda, menyatakan bahwa respon kemanusiaan masih terus berjalan. Ia menegaskan bahwa tim relawan tidak akan menghentikan bantuan dalam waktu dekat, mengingat kondisi pemulihan yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Pemulihan ekonomi dan kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan besar. Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan belum bisa kembali ke rumah karena rusak berat,” ujarnya saat ditemui di Huntara Karang Baru, 17 Maret 2026.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung aksi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa solidaritas menjadi kunci keberlanjutan bantuan bagi para penyintas.

Baca Juga |  Selamatkan Satwa Dilindungi, YIARI dan OIC Apresiasi Dedikasi dan Kinerja Bea Cukai Langsa

Flower Aceh sendiri merupakan organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pemenuhan hak perempuan dan kelompok rentan. Dalam setiap respons bencana, organisasi ini memastikan kebutuhan spesifik seperti perlengkapan ibu hamil, popok bayi, hingga pendampingan psikososial tetap terpenuhi, termasuk upaya pencegahan kekerasan berbasis gender.

Di sisi lain, Ketua Lifeguards Aceh, T. Ayatullah Bani Baeit, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung penanganan bencana, mulai dari evakuasi, dapur umum, hingga distribusi logistik ke wilayah terpencil.

Meski banjir mulai surut, kebutuhan para penyintas masih tinggi. Aksi berkelanjutan yang dilakukan relawan menjadi penopang utama bagi masyarakat yang masih berjuang untuk pulih dari dampak bencana.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Silahturahmi ikagara dan Kapolda Aceh

Banda Aceh

IKAGARA Banda Aceh Bertemu Irjen Pol Ruddi Setiawan
Konferensi pers Polda aceh

Banda Aceh

Pemasok Cartridge Etomidate di Bireuen Jadi DPO, Polisi Buru RK
Konferensi pers pemerintah Aceh

Banda Aceh

Sekda Aceh Buka Rincian Dana Rp2,5 Triliun Penanganan Bencana
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt

Banda Aceh

HUT Ke-53, Bank Aceh Perkuat Transformasi dan Amanah

Banda Aceh

SBI Komit Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh
Sinergi PLN dan Kapolda Aceh.

Banda Aceh

PLN Apresiasi Dukungan Polda Aceh Jaga Proyek Strategis Nasional
Fadhlullah hadiri Milad XXVIII Dayah Inshafuddindin

Banda Aceh

Wagub Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Dayah