Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kerja sama yang diteken di Jakarta, Jumat (13/02/2026), membuka potensi sekitar 300 ribu nasabah ultramikro di Aceh untuk membuka rekening tabungan BSI pada 2026.
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat akses layanan perbankan syariah bagi segmen UMKM ultramikro serta mendukung pengembangan ekonomi inklusif.
Pada tahap awal, BSI memfasilitasi pembukaan rekening tabungan bagi nasabah PNM di Aceh sebagai pintu masuk integrasi layanan keuangan formal yang lebih luas.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, perseroan serius mendorong peningkatan inklusi syariah di seluruh segmen UMKM. Sepanjang 2025, pembiayaan UMKM BSI tercatat mencapai Rp52,30 triliun.
Hingga Desember 2025, total dana pihak ketiga (DPK) BSI menembus Rp380 triliun atau tumbuh 16,20 persen secara tahunan (YoY), dengan komposisi dana murah (CASA) sebesar 61,62 persen atau Rp234 triliun. BSI menyebut Aceh dipilih karena komitmen memperkuat ekosistem keuangan syariah di daerah tersebut.
Kerja sama ini ditargetkan menghadirkan integrasi sistem layanan PNM dan BSI, mulai dari kemudahan pembukaan rekening hingga dukungan fasilitas perbankan syariah, guna memperluas akses keuangan yang aman dan berkelanjutan bagi pelaku usaha ultramikro.








