Home / Banda Aceh / Pendidikan

Senin, 9 Februari 2026 - 14:58 WIB

Pelajar Madrasah Aceh Borong Prestasi MYRA 2025: Acer Apresiasi Peneliti Muda Terbaik

Tim peneliti muda MAN 4 Aceh Besar peraih Best of The Best MYRA 2025. (Foto:Dok)

Tim peneliti muda MAN 4 Aceh Besar peraih Best of The Best MYRA 2025. (Foto:Dok)

Banda Aceh — PGM Indonesia Wilayah Aceh resmi Apresiasi Pemenang Kompetisi Madrasah Young Researchers Aceh (MYRA) 2025 pada Senin, 2 Februari 2026.

Ajang yang digelar pada 24 November 2025 ini menjadi ruang strategis bagi pelajar madrasah di Aceh untuk menampilkan kreativitas, kompetensi ilmiah, serta karakter peneliti muda yang berintegritas.

‎MYRA 2025 dirancang sebagai wadah pengembangan riset pelajar madrasah dengan menanamkan nilai kejujuran akademik, sikap kritis, moderasi berpikir, serta kemampuan menghadirkan solusi berbasis penelitian. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin relevan di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi digital.

Ketua Panitia MYRA 2025, Nurmahni Harahap, M.Pd, menuturkan kompetisi ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan proses pembelajaran untuk menumbuhkan budaya riset di lingkungan madrasah.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa USK Jadi Mitra Polri

‎“MYRA kami rancang sebagai ekosistem pembelajaran riset. Kami ingin pelajar madrasah terbiasa berpikir ilmiah, kritis, dan solutif sejak dini, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

penghargaan MYRA 2025
Pelajar madrasah Aceh penerima penghargaan MYRA 2025 bersama PGM Indonesia dan Acer. ( Foto:Dok)

Para finalis MYRA 2025 berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, di antaranya Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Barat, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Timur, Pidie, Sabang, hingga Lhokseumawe. Keberagaman daerah asal peserta menunjukkan pemerataan potensi dan minat riset di madrasah.

Apresiasi berupa proyektor dari sponsor Acer dianugerahkan kepada peraih Juara 1 sekaligus Best of The Best jenjang Madrasah Aliyah, yang diraih oleh Ratna Sari dan Nova Raudhalia dari MAN 4 Aceh Besar, di bawah bimbingan Eva Maulida, S.Pd., M.Pd. dan Neneng Novita Nursa, S.Pd.I. dengan judul penelitian “Dominasi Maskulin Tanpa Figur Ayah: Eksplorasi Pola Pikir Patriarkis Remaja Fatherless di Aceh.”

Baca Juga |  Fadhlullah Ajukan Aceh Jadi Embarkasi Haji Utama ke Kepala BPH RI

‎Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah, penghargaan diraih oleh Wilda Vinessa dan Anugrah Wayu Mulia dari MTsN 3 Aceh Barat melalui penelitian “Emas Melambung, Nikah Berat Bung: Perspektif Masyarakat terhadap Tingginya Mahar Saat Harga Emas Meningkat.”

‎Sementara itu, Juara Favorit diraih oleh T.M. Faris Almairi Tsaqib, Wafa Mawaddah Saputra, dan Farah Izzatunnisa dari MTsN 2 Aceh Barat Daya dengan karya “Jejak Pahlawan Tanah Rencong: Menguak Sejarah Aceh melalui Game Edukatif Berbasis Unity.”

Baca Juga |  Operasi Gayo Lues Ungkap 1,9 Juta Batang Ganja

Nurmahni berharap MYRA dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya. “Kami ingin MYRA menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi pelajar madrasah yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” pungkasnya.

Melalui MYRA 2025, madrasah di Aceh menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai keislaman, tetapi juga sebagai inkubator peneliti muda yang siap menjawab persoalan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan melalui pendekatan ilmiah.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Polisi Ungkap Penggelapan Mobil Rental di Banda Aceh
Barang bukti Bio Solar diamankan Satreskrim Polresta Banda Aceh

Banda Aceh

Bawa 600 Liter Bio Solar Subsidi, Dua Pria Diamankan Polisi
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Polda Aceh Perkuat Pencegahan Karhutla

Banda Aceh

Bank Aceh Salurkan Zakat Rp11,94 Miliar
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Sejumlah Pejabat Polda dan Polres Aceh Dimutasi

Banda Aceh

Lapas Banda Aceh Perkuat Pembinaan Keagamaan
Serambi Awards 2026.

Banda Aceh

Kak Na Raih Srikandi Pemulihan Aceh
Serambi Awards 2026

Banda Aceh

BSI Aceh Raih Serambi Awards 2026