Home / Ekonomi Bisnis

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:55 WIB

BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Anggoro Eko Cahyo. (Foto:Dok/BSI)

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Anggoro Eko Cahyo. (Foto:Dok/BSI)

Jakarta – Bank Syariah Indonesia atau BSI menegaskan kesiapannya memimpin penguatan ekosistem halal nasional guna mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp5.000 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks pada ajang Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Minggu (24/5/2026).

Dalam paparannya, Anggoro menegaskan perbankan syariah kini tidak lagi sekadar menyediakan layanan transaksi keuangan, tetapi telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional berbasis syariah.

Baca Juga |  LPKA Banda Aceh Tanam Bibit Sayuran Dukung Ketahanan Pangan

“BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah dan menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional,” ujar Anggoro.

Untuk memperkuat target tersebut, BSI menyiapkan sejumlah strategi melalui percepatan pembiayaan produktif yang agresif namun berkelanjutan di berbagai sektor usaha. Fokus utama diarahkan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung pengembangan ekonomi halal nasional.

Baca Juga |  Institut Harkat Negeri Berangkatkan 35 Peserta TSLB Angkatan IX, Jalani Program Komitmen di Brebes

Melalui program BSI UMKM Centre, perseroan menghadirkan pembinaan menyeluruh mulai dari pendampingan usaha yang belum bankable, pelatihan kapasitas bisnis, hingga membuka akses pasar melalui business matching dengan pembeli nasional dan internasional.

Selain itu, BSI juga memperluas penguatan ekosistem halal dengan masuk ke berbagai sektor strategis seperti pondok pesantren, sekolah Islam, komunitas muslim, industri halal, hingga layanan haji dan umrah.

Baca Juga |  BSI Raup Laba Rp3,39 Triliun, Dana Murah dan Digital Jadi Penopang

Menurut Anggoro, Indonesia saat ini merupakan pasar halal lifestyle terbesar ketiga di dunia dan memiliki peluang besar untuk memperkuat ekonomi syariah global apabila seluruh ekosistem industri halal dan UMKM mampu terintegrasi optimal.

“Prinsip syariah sejak lama adalah membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat. Ekonomi tidak hanya soal profit, tetapi juga kemanfaatan dan keberlanjutan,” pungkasnya.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen dan Pasar Ekspor
Forum evaluasi program CSR Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Perkuat CSR Lewat Aspirasi Warga
Digitalisasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank Aceh di Bireun

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Digitalisasi Keuangan Sekolah di Bireuen
Sinergitas antar lembaga da instansi

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Sinergi dengan Polda Aceh
Perlindungan data nasabah BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Sertifikasi ISO 27701 untuk Lindungi Data Nasabah

Ekonomi Bisnis

Marnia Connect for Charity Digelar di Medan, Usung Bisnis Berbasis Kemanusiaan
Layanan bank bsi

Ekonomi Bisnis

BSI Siapkan Tabungan Bebas Admin untuk Masyarakat
Deviden BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Siap Perluas Akses Perbankan Syariah ke Seluruh Indonesia