Takengon — Festival Literasi Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Kabupaten Aceh Tengah, Takengon, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi masyarakat, tidak hanya melalui kebiasaan membaca dan menulis, tetapi juga dengan meningkatkan kecakapan literasi digital di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, M. Nasir, melalui Sekretaris Dinas, Dr. Zulkifli, mengatakan festival literasi harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas hingga masyarakat luas.
“Melalui festival ini, kita berharap tumbuh semangat gemar membaca, budaya menulis, serta kecakapan literasi digital yang akan membentuk generasi Aceh yang cerdas, kritis, dan berdaya saing,” ujar Zulkifli.
Ia mengatakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendorong pembangunan literasi yang berkelanjutan.
Menurut Zulkifli, perkembangan teknologi telah membuat makna literasi semakin luas. Literasi tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kecerdasan, meningkatkan daya saing dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, penguatan literasi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli turut memaparkan perkembangan capaian literasi Aceh Tengah berdasarkan indikator Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).
Mulai 2025, pengukuran IPLM menggunakan instrumen dan metodologi baru sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 7 Tahun 2025. Pengukuran tersebut terdiri atas dimensi kinerja sebesar 70 persen dan dimensi kepatuhan/fisik sebesar 30 persen.
Sementara pengukuran TKM mengacu pada Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 9 Tahun 2025, dengan komposisi dimensi pra-membaca 15 persen, saat membaca 50 persen dan pasca-membaca 35 persen.
Berdasarkan data 2025, IPLM Provinsi Aceh tercatat 45,29, sementara angka nasional mencapai 54,8. Adapun Aceh Tengah mencatat IPLM sebesar 7,33.
Capaian tersebut, kata Zulkifli, menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi serta kebijakan afirmatif dalam pembangunan literasi di daerah.
Di sisi lain, Aceh Tengah menunjukkan capaian positif pada indikator TKM. Pada 2025, Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat Aceh Tengah tercatat 59,35. Angka ini berada sedikit di atas TKM Provinsi Aceh yang mencapai 59,23 dan capaian nasional sebesar 54,8.
“Hal ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Aceh Tengah cukup tinggi. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana serta pemerataan layanan perpustakaan di seluruh wilayah,” katanya.
Festival Literasi Aceh Tengah 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas literasi, pegiat baca dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan informasi yang berkualitas.
Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, komunitas literasi, pegiat baca, pelajar dan masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kemajuan literasi dan pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah,” pungkasnya.









