Pidie Jaya — Yayasan Perempuan Anak dan Negeri (YPANBA) bersama Pemerintah Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menyepakati pelaksanaan program pemulihan pascabencana berbasis masyarakat di tengah masih berjalannya masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh hingga 8 Januari 2026.
Kesepakatan ini menjadi respons atas kebutuhan pemulihan berkelanjutan warga terdampak banjir dan longsor.
Bencana hidrometeorologi yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan di sejumlah wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menyisakan persoalan serius, mulai dari keterbatasan hunian sementara hingga pemulihan mata pencaharian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Di Gampong Blang Dalam, warga masih membutuhkan pendampingan agar proses pemulihan berjalan terarah dan tidak berhenti pada fase darurat semata.
Melalui pertemuan lanjutan, YPANBA dan aparatur gampong menyepakati kolaborasi program pemulihan dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dan aset desa, serta melibatkan lembaga gampong seperti PKK dan Karang Taruna.
Ketua YPANBA Ruwaida menegaskan peran strategis perempuan dan remaja sebagai penggerak pemulihan, sementara Keuchik Blang Dalam Mukhtar menyatakan kolaborasi ini diharapkan memperkuat kemandirian warga dan mendorong pemulihan sosial, ekonomi, serta lingkungan secara berkelanjutan.








