Home / Internasional

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:49 WIB

GAM Protes Dugaan Kekerasan Aparat dalam Penyaluran Bantuan di Aceh

TNI menurunkan paksa spanduk dan bendera GAM pada saat rombongan pengantar bantuan bencana alam melintas di jalanan. (Foto:Dok/Arsip)

TNI menurunkan paksa spanduk dan bendera GAM pada saat rombongan pengantar bantuan bencana alam melintas di jalanan. (Foto:Dok/Arsip)

Copenhagen, Denmark — Pimpinan tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyampaikan protes resmi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait dugaan tindakan kekerasan terhadap warga sipil dalam proses penyaluran bantuan kemanusiaan bencana Aceh 2025.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi LamanNews, GAM menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan insiden yang terjadi pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di Kabupaten Pidie Jaya.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi ketika sekelompok masyarakat dari Pidie Pasie Lhoek hendak mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana, namun dihentikan oleh aparat TNI dan diminta menyerahkan bantuan ke posko yang telah ditentukan.

Baca Juga |  Tun Dr. Mahathir Terima Penghargaan Asian Inspired Leader dari IWO

Menurut keterangan GAM, penolakan warga untuk menyerahkan bantuan—dengan alasan tanggung jawab langsung kepada penerima—berujung pada ketegangan di lapangan. GAM menyebut menerima laporan adanya tindakan kekerasan fisik terhadap warga sipil, termasuk pemukulan, tendangan, dorongan hingga terjatuh, serta korban yang mengalami luka akibat tertusuk paku.

GAM menilai peristiwa tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan rasa keadilan masyarakat Aceh. Dalam pernyataannya, GAM membandingkan penanganan bencana saat tsunami Aceh 2004, di mana aparat keamanan disebut mengedepankan pendekatan humanis dan menjadi bagian dari solusi di lapangan tanpa intimidasi terhadap warga.

Baca Juga |  Dari New York, Masyarakat Aceh Suarakan Krisis Kemanusiaan ke PBB

Lebih lanjut, GAM menyatakan bahwa dugaan kekerasan tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) 2005, yang antara lain menjamin penghormatan terhadap hak-hak sipil masyarakat Aceh, larangan intimidasi terhadap warga sipil, serta pentingnya membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Atas dasar itu, GAM menyampaikan sejumlah permintaan kepada pemerintah pusat, di antaranya agar Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian serius dan instruksi tegas guna mencegah kekerasan terhadap warga sipil, serta meminta Panglima TNI melakukan pengusutan secara transparan terhadap oknum yang diduga terlibat dan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga |  Aparat Gabungan TNI–Polri Razia Bendera GAM di Perbatasan Aceh Utara–Bireuen

GAM juga menekankan pentingnya memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan secara humanis, tidak represif, dan tetap menghormati peran masyarakat sipil. Dalam pernyataannya, GAM menegaskan bahwa rakyat Aceh bukanlah musuh dan situasi bencana tidak boleh menjadi ruang bagi tindakan kekerasan.

“Pernyataan ini kami sampaikan sebagai peringatan moral, politik, dan hukum agar kejadian serupa tidak terulang, serta demi menjaga keadilan, kemanusiaan, dan kepercayaan publik,” demikian pernyataan GAM yang ditandatangani Juru Bicara GAM Syukri Ibrahim.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Kunjungan Duta Besar Australia Rod Brazier ke permampu medan

Internasional

Dubes Australia Apresiasi PERMAMPU-PESADA
PMI Pekerja migran asal aceh

Banda Aceh

Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh Fasilitasi Pemulangan 37 PMI dari Malaysia
Serangn as dan Israel ke iran

Internasional

Kedubes Iran di Jakarta Kecam Serangan AS dan Israel
Rio Muhammad, personil brimob Aceh jadi tentara bayaran rusia

Internasional

Tinggalkan Tugas, Personel Brimob Aceh Diduga Masuk Militer Rusia
Demonstrasi diaspora di kantor PBB New York

Internasional

Dari New York, Masyarakat Aceh Suarakan Krisis Kemanusiaan ke PBB
Connie Rahakundini Bakrie

Internasional

Guru Besar Rusia, Connie Bakrie Tegur Presiden Prabowo, “Negara Tak Boleh Menunda Penyelamatan Korban Bencana”
Surat terbuka GAM untuk presiden Prabowo Subianto

Internasional

Surat Terbuka GAM ke Presiden Prabowo soal Banjir Aceh

Banda Aceh

UNDP–UNICEF Respon Surat Aceh, Dukungan Internasional Mulai Dibahas