Banda Aceh — Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Angkatan XVI Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus Anugerah Bintang Ubudiyah 2026 di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 310 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan. Sejumlah wisudawan meraih predikat pujian dan beberapa di antaranya berhasil menyandang predikat cumlaude.
Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi, di antaranya perwakilan Kapolda Aceh yang diwakili Kapolresta Banda Aceh, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), Kepala BNN Provinsi Aceh, perwakilan PPA,serta perwakilan sejumlah lembaga dan instansi terkait.
Rektor UUI, Dr. Mutiawati, dalam sambutannya menyoroti perubahan perilaku belajar generasi muda yang terbentuk melalui perjalanan dan pengalaman panjang, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan. Namun, di sisi lain, teknologi juga mengubah cara mahasiswa dalam memperoleh informasi dan pengetahuan.
Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membaca dan memprediksi perubahan perilaku belajar generasi berikutnya.
“Perguruan tinggi harus mampu membaca dan memprediksi dinamika perilaku belajar generasi berikutnya, sehingga pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Mutiawati.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ubudiyah Indonesia, Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes yang telah memberikan kepercayaan kepada UUI sebagai institusi pendidikan.
Ia mengatakan UUI terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga, baik di kawasan Asia maupun Eropa.
“Atas nama Yayasan Ubudiyah, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada universitas kami. Saat ini sekitar 200 kerja sama atau MoU telah kami jalani, baik di Asia maupun Eropa,” kata Prof. Marniati.
Ia menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi mahasiswa UUI untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan pengalaman akademik di luar negeri.
“Insyaallah kami akan terus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk meneruskan pendidikan ke luar negeri. Yang penting adalah niat baik dan proses yang baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN Provinsi Aceh turut menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar menjadikan kelulusan sebagai awal dari perjalanan baru, bukan akhir dari proses belajar.
Ia mengatakan ijazah merupakan bukti bahwa mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan formal, tetapi bukan tanda bahwa proses belajar telah berakhir.
“Yang paling penting adalah menjaga integritas. Mencari orang yang amanah dan dapat dipercaya itu tidak mudah. Karena itu, pegang prinsip jujur dan konsisten,” pesannya.
Para lulusan juga diminta tidak hanya berorientasi pada pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, peningkatan kemampuan dan kemauan untuk terus belajar harus menjadi bagian dari perjalanan kehidupan.
“Jangan hanya mengejar pekerjaan, tetapi terus tingkatkan kemampuan dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar selalu mempertimbangkan setiap tindakan yang dilakukan karena menyangkut masa depan, keluarga, almamater, dan nama baik pribadi.
“Berpikir sebelum bertindak. Jaga marwah diri kita, orang tua, kampus, dan alumni. Ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga menyangkut masa depan kita,” ujarnya.
Pada rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Ubudiyah Indonesia juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan penerima bantuan pendidikan.
Beasiswa yang diberikan terdiri atas beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beasiswa dari kampus. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa dan mahasiswi berprestasi, termasuk lulusan terbaik.
Rangkaian wisuda turut diisi dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan wisudawati yang mewakili para lulusan UUI Angkatan XVI.
Suasana haru kemudian terasa menjelang akhir prosesi wisuda ketika Prof. Marniati memberikan penghargaan kepada almarhumah Hasmawati, salah seorang mahasiswi UUI yang meninggal dunia dalam kecelakaan saat dalam perjalanan dari Abdya menuju Banda Aceh untuk mengikuti acara wisuda.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan UUI atas perjuangan dan dedikasi Hasmawati hingga akhir perjalanan pendidikannya.
Momen itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik toga dan ijazah yang diterima para wisudawan, terdapat perjuangan panjang, dukungan keluarga, serta cerita masing-masing mahasiswa dalam menuntaskan pendidikan.
Wisuda Angkatan XVI UUI pun ditutup dengan penyerahan ijazah kepada para lulusan sebagai tanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru di tengah masyarakat dan dunia profesional.









