Home / Banda Aceh / Pertahanan & Keamanan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Karhutla Capai 291 Hektare, Aceh Perkuat Kesiapsiagaan

Kapolda Aceh dan Kasdam IM memimpin apel gelar pasukan pencegahan karhutla Aceh. (Foto:Dok/Polda Aceh)

Kapolda Aceh dan Kasdam IM memimpin apel gelar pasukan pencegahan karhutla Aceh. (Foto:Dok/Polda Aceh)

Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengamanan peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21.

Apel berlangsung di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (14/8/2026), dan diikuti personel TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, Damkar, pemerintah daerah serta sejumlah instansi terkait.

Ruddi mengatakan apel tersebut menjadi momentum memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla sekaligus mengamankan rangkaian peringatan HDA agar berlangsung aman, tertib dan khidmat.

Menurutnya, berdasarkan prediksi BMKG, Aceh memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga September 2026 dengan potensi fenomena El Nino kategori lemah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko karhutla, terutama di wilayah dengan lahan kering, gambut, perkebunan, hutan dan semak belukar.

“Jangan sampai kita baru bertindak setelah api membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul, deteksi harus dilakukan sebelum kebakaran meluas, dan penanganan harus dilaksanakan secepat mungkin ketika terjadi kebakaran,” tegas Ruddi.

Baca Juga |  Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Pesan Irjen Pol. Ruddi Setiawan

Ia menyebutkan, berdasarkan data Januari hingga Juli 2026, luas hutan dan lahan yang terbakar di Aceh mencapai lebih dari 291,1 hektare. Kebakaran terbanyak tercatat di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Barat dan Aceh Utara.

Ruddi menegaskan karhutla merupakan ancaman bersama yang membutuhkan keseriusan, kecepatan dan kolaborasi seluruh elemen.

Karena itu, ia meminta langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi diperkuat secara masif, khususnya di wilayah rawan. Peran Bhabinkamtibmas juga diminta diperkuat sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat desa.

“Perkuat sinergitas dan soliditas antarinstansi dalam satu gerakan dan satu tujuan, serta tegakkan hukum secara tegas, profesional dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Selain karhutla, Ruddi menekankan kesiapan pengamanan peringatan HDA ke-21 yang berlangsung Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum bersejarah karena Aceh telah 21 tahun menjalani kehidupan dalam suasana damai sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

HDA tahun ini mengusung tema “Pelaksanaan Penyelesaian Konflik secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan dan Bermartabat dalam Kerangka NKRI.”

Baca Juga |  Kapolresta Cup 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Bersaing Junjung Sportivitas

Ruddi mengatakan perdamaian bukan sekadar terbebas dari konflik, tetapi juga bagaimana seluruh elemen masyarakat menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan dan menghormati perbedaan.

“Bagi Polri, tugas kita menjaga agar rangkaian peringatan HDA berjalan aman dan tertib, dan juga menjaga roh perdamaian itu sendiri. Jangan sampai ada tindakan, ucapan atau sikap kita yang justru mencederai nilai-nilai perdamaian yang selama ini telah kita jaga,” katanya.

Ia meminta personel mengedepankan profesionalisme dan humanisme dalam pengamanan, memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas serta mewaspadai isu-isu provokatif.

Seluruh rangkaian kegiatan harus dipastikan berjalan aman, tertib dan khidmat dengan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ruddi menegaskan, pencegahan karhutla dan pengamanan HDA memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keselamatan, keamanan dan ketenteraman masyarakat Aceh.

“Saya percaya, dengan kesungguhan, kedisiplinan, sinergitas dan kerja keras kita semua, kita mampu mewujudkan Aceh bebas asap, zero karhutla, serta menjadikan HDA tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Baca Juga |  Pangdam IM Beri Penghargaan kepada 94 Prajurit Berprestasi

Sementara itu, Kasdam IM Brigjen TNI Dwi Sasongko mengatakan kesiapan seluruh unsur merupakan bentuk nyata kerja sama lintas instansi dalam membantu Pemerintah Aceh dan masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kekuatan tim dan koordinasi yang solid.

“Tidak ada tugas dan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh superman, tetapi super team karena kita saling bekerja sama,” ujarnya.

Dwi mengapresiasi kesiapan peserta apel dalam menghadapi karhutla, mulai dari pencegahan melalui edukasi, pengawasan melalui patroli hingga penindakan melalui kerja sama lintas instansi.

Hal serupa berlaku dalam pengamanan HDA. Menurutnya, kondisi Aceh yang aman, damai dan kondusif menjadi modal penting dalam mendukung rehabilitasi, rekonstruksi serta pembangunan daerah.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan. Yakinlah, apa yang kita lakukan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan tetap tegak dalam bingkai NKRI. Salam hormat kepada para peserta apel. Selamat bertugas,” ucapnya.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Lexa Expo 2026 Hadir di Banda Aceh, Dorong Pelaku Usaha Kosmetik dan Produk Bayi

Banda Aceh

Yulindawati Dipanggil Polda Aceh Terkait Unggahan Facebook

Banda Aceh

Pangdam IM Pimpin Ziarah HUT ke-81 TNI

Banda Aceh

Maulid Nabi di Polda Aceh, Personel Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

Banda Aceh

Curi Meteran Air, Dua Pria Ditangkap Jatanras Banda Aceh

Banda Aceh

Kirab Merah Putih Semarakkan HUT ke-81 TNI

Banda Aceh

Kwarcab Aceh Besar Kukuhkan Gudep Lapas Banda Aceh

Banda Aceh

Pangdam IM Buka Indonesia Fest 2026