Home / Ekonomi Bisnis

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:20 WIB

Menkeu: Dana Bencana Rp1,279 Triliun Sudah di Kas Aceh

Mentri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto:Arsip)

Mentri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto:Arsip)

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dana kebencanaan sebesar Rp1,279 triliun telah masuk ke kas Pemerintah Aceh, saat memberikan keterangan pers di Jakarta Rabu, 4 Februari 2026.

Dana tersebut merupakan bagian dari alokasi pemerintah pusat untuk penanganan dan pemulihan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir 2025.

Menurut Purbaya, transfer dana telah dilakukan sesuai mekanisme APBN dan kini berada di rekening kas daerah, sehingga secara fiskal pemerintah daerah memiliki ruang anggaran untuk segera melakukan belanja penanganan bencana.

Baca Juga |  Bea Cukai dan BNN Bongkar Jaringan 60 Kg Sabu di Aceh

Namun demikian, Kementerian Keuangan menyoroti lambatnya realisasi belanja di tingkat daerah. Purbaya menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan anggaran, melainkan pada kecepatan dan efektivitas penyerapan belanja oleh pemerintah daerah.

Dalam sejumlah evaluasi, dana yang sudah masuk kas daerah belum sepenuhnya dibelanjakan untuk kebutuhan mendesak seperti rehabilitasi infrastruktur, bantuan sosial bagi korban bencana, serta pemulihan fasilitas publik. Kondisi ini membuat dampak kehadiran anggaran belum sepenuhnya dirasakan masyarakat terdampak.

Baca Juga |  BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun Uang Tunai Jelang Ramadan 2026

Data kinerja fiskal menunjukkan bahwa realisasi belanja APBD di Aceh masih berada di kisaran 65–70 persen hingga akhir 2025. Pola ini sejalan dengan tren nasional, di mana belanja operasional cenderung lebih cepat terserap dibandingkan belanja modal dan belanja penanganan bencana yang membutuhkan proses administrasi lebih panjang.

Akibatnya, sebagian dana kebencanaan masih mengendap di kas daerah meskipun kebutuhan di lapangan bersifat mendesak dan nyata.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa Rp1,279 triliun bukanlah total kebutuhan pemulihan bencana di Aceh. Estimasi awal menunjukkan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya dapat mencapai puluhan triliun rupiah.

Baca Juga |  Bencana Ekologi Aceh Disorot Dunia, GAM Dorong Peran PBB

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk mempercepat perencanaan, pengadaan, dan eksekusi belanja agar dana yang sudah tersedia dapat segera memberi dampak langsung bagi masyarakat. Tanpa percepatan realisasi, keberadaan anggaran berisiko hanya menjadi angka di laporan keuangan, bukan solusi nyata di lapangan.

Editor:

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

Awal 2026 Kinerja BSI Solid dan Dukung Program Pemerintah
Ilham Novrizal

Ekonomi Bisnis

Upgrade Keamanan, Bank Aceh Luncurkan Versi Baru Action Mobile
Layanan bsi Aceh selama libur idul fitri

Ekonomi Bisnis

BSI Aceh Tetap Buka Saat Libur Idul Fitri 1447 H, 22 Outlet Siap Layani Nasabah
Imsak Ramadhan

Ekonomi Bisnis

BSI Aceh Gelar Literasi Keuangan Syariah Bersama Insan Pers
Bukber ojk

Ekonomi Bisnis

Kinerja Perbankan Syariah Menguat, OJK Dorong Peningkatan Investasi di Aceh
Penutupan BSI Fest Ramadhan 1447H

Ekonomi Bisnis

BSI Fest Ramadhan Ditutup, Wakil Wali Kota Dorong UMKM Syariah
BSI Fest Ramadhan

Ekonomi Bisnis

BSI Fest Ramadhan Resmi Dibuka Walikota di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Penandatanganan kerja sama BSPS 2026

Ekonomi Bisnis

Bank Aceh Kembali Jadi Penyalur BSPS 2026 di Aceh