Home / Nasional

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:39 WIB

Muslim Ayub Dorong Evaluasi Ketat Pengelolaan Hutan

Anggota DPR RI Muslim Ayub memberi pernyataan soal pembalakan liar. (Foto:Dok)

Anggota DPR RI Muslim Ayub memberi pernyataan soal pembalakan liar. (Foto:Dok)

Banda Aceh — Anggota DPR RI Muslim Ayub menegaskan bahwa dirinya telah lama mengingatkan berbagai pihak soal bahaya pembiaran pembalakan liar di kawasan hutan Sumatera Utara dan Aceh Tamiang. Kerusakan hutan yang berlangsung bertahun-tahun dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya risiko bencana alam, mulai dari banjir hingga longsor di wilayah yang saling terhubung secara ekologis.

‎“Saya sudah lama mewanti-wanti soal pembalakan liar yang seolah dibiarkan. Dampaknya sangat fatal. Sekarang kita bisa melihat sendiri akibatnya, bencana terjadi di berbagai daerah,” ujar Muslim Ayub kepada media, Rabu, 24 Desember 2025.

Baca Juga |  BSI Miliki 19.293 Agen di Aceh, Transaksi Tembus Rp69 Triliun

Menurut Muslim, peringatan tersebut didasarkan pada fakta kerusakan lingkungan akibat eksploitasi hutan berlebihan, baik legal maupun ilegal, yang terus berulang. Dampaknya kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Sejumlah bencana disebut terjadi akibat lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di sektor kehutanan, sementara kerusakan lingkungan terus dibiarkan tanpa solusi menyeluruh.

Baca Juga |  Qayla Shabira Yolanda Harumkan Nama Aceh di Indonesia Open Fencing 2025

Ia menyambut langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan yang melakukan audit dan evaluasi mendalam terhadap pengelolaan kawasan hutan tanaman industri di Sumatera Utara.

Proses evaluasi tersebut dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek perizinan, kepatuhan terhadap aturan lingkungan, serta dampak sosial dan ekologis. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga |  Jeritan Sri Wahyuni di Depan Gedung DPRA

Muslim Ayub berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan tata kelola kehutanan nasional. Ia menekankan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama dan negara tidak boleh kalah dalam menjaga hutan sebagai benteng alami pencegah bencana. Menurutnya, akar persoalan harus diselesaikan agar bencana serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Nasional

Operasi Ketupat 2026, Kapolri Minta Jajaran Antisipasi Bencana Saat Mudik Lebaran
Kapolri

Nasional

Kapolri Paparkan Strategi Prabowo Redam Konflik Global
Nasir Djamil

Nasional

Nasir Jamil Apresiasi Kapolda Aceh Tanam 10 Ribu Mangrove
Gedung ojk

Nasional

OJK Perkuat Ketahanan Sistem Keuangan Nasional
Info ojk

Nasional

OJK Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Data Pinjol
Kanal YouTube Pandji Pragiwaksono

Hukum & Kriminal

Bareskrim Periksa Admin YouTube Pandji Pragiwaksono
kerja sama BSI dan PNM

Ekonomi Bisnis

BSI-PNM Garap 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh
Sulthan Fathani

Nasional

Sulthan Fathani Siswa SMAN 4 Banda Aceh Masuk Top 15 Duta Siswa Indonesia 2026