Banda Aceh — Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Aceh menggelar coffee morning bersama insan pers cetak, televisi, dan media daring di Kupi Aceh, Lamnyong, Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).
Pertemuan ini tidak sekadar forum silaturahmi informal, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi peran strategis media di tengah situasi Aceh yang masih dibayangi dampak bencana banjir di sejumlah wilayah.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya kebutuhan publik terhadap berita yang akurat, pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media sebagai pilar utama stabilitas informasi dan ketenangan sosial.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Aceh, AKBP M. Nuzir, menyampaikan bahwa coffee morning merupakan agenda rutin untuk menjaga komunikasi dan koordinasi dengan media.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, intensitas pertemuan berkurang karena fokus aparat kepolisian tersedot pada penanganan bencana di lapangan. Menurutnya, kondisi darurat menuntut kerja cepat dan kolaboratif, tidak hanya antarinstansi, tetapi juga dengan media sebagai penyambung informasi kepada masyarakat.

“Aceh sedang dilanda musibah banjir. Kami lebih banyak berada di lapangan untuk penanganan dan dukungan kemanusiaan. Karena itu, pertemuan seperti ini menjadi penting untuk menyamakan persepsi dan menjaga arus informasi tetap sehat,” ujar Nuzir.
Dalam konteks kebencanaan, Nuzir menekankan bahwa media memiliki peran krusial dalam mencegah kepanikan publik, melawan hoaks, serta menyampaikan informasi faktual terkait kondisi lapangan dan langkah-langkah yang diambil aparat. Kolaborasi yang solid antara kepolisian dan pers dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik, terutama saat masyarakat berada dalam situasi rentan.
Selain isu kebencanaan, Polda Aceh juga mulai bersiap menghadapi agenda besar menjelang bulan suci Ramadhan, mulai dari pengamanan wilayah, pelayanan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan yang melibatkan banyak pihak.
“Menjelang Ramadhan, Polda Aceh akan melaksanakan berbagai kegiatan pengamanan dan pelayanan. Peran media sangat kami butuhkan agar informasi terkait program-program tersebut tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Nuzir.
Ia berharap insan pers dapat terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif, tidak hanya dalam mempublikasikan kegiatan institusi, tetapi juga dalam membangun optimisme dan rasa aman publik.
Melalui forum coffee morning ini, Polda Aceh menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi yang lebih transparan dan berimbang, agar informasi yang diterima masyarakat tetap kredibel, akurat, dan berpihak pada kepentingan publik.








