Banda Aceh — Menjadi perempuan modern bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga bagaimana membangun kecerdasan, karakter, kepercayaan diri serta kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut mengemuka dalam talk show Marnia bertajuk “The Modern Women: Cantik, Cerdas, Berkarakter” yang digelar di Lexa Expo, AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa malam (29/9/2026).
Talk show menghadirkan dua narasumber perempuan, yakni Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes, Rector sekaligus Founder Marnia Cosmetic, dan Safrina Salim, SKM, M.Kes, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh. Diskusi dipandu moderator Kaka Alfarizi.
Prof. Marniati mengatakan ukuran kecantikan perempuan tidak semestinya hanya dilihat dari wajah maupun bentuk tubuh. Menurutnya, kecantikan juga tercermin dari kemampuan seseorang menghargai diri sendiri, memiliki ilmu, menjaga sikap dan memperlakukan orang lain dengan baik.
“Cantik itu bukan hanya wajah atau bentuk tubuh. Cantik itu ketika seseorang mampu menghargai dirinya sendiri, menampilkan ilmu melalui sikap dan tindakannya serta memiliki sopan santun,” kata Marniati.
Ia menjelaskan, merawat diri merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Namun, perawatan fisik harus berjalan seimbang dengan pembangunan karakter dan kecerdasan.
Menurut Marniati, kecerdasan tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya pendidikan formal. Kemampuan menyesuaikan diri dan mengelola emosi juga menjadi bagian penting.
“Seseorang bisa menjadi cerdas bukan hanya karena pendidikan tinggi, tetapi bagaimana dia mampu menyesuaikan diri di mana pun berada dan mampu mengelola emosinya,” ujarnya.

Marniati juga mengingatkan perempuan agar mampu menghadapi persoalan hidup dengan tetap menjaga pengendalian diri serta tidak melampiaskan persoalan kepada orang lain.
“Prinsipnya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Sebagai istri, ibu dan perempuan yang menjalani aktivitas profesional, Marniati menekankan pentingnya komunikasi dua arah dalam keluarga. Ia juga mengajak perempuan tidak minder dengan kemampuan yang dimiliki dan terus mengembangkan kelebihan melalui usaha serta kedisiplinan.
“Jangan merasa minder dan tidak pantas. Berusahalah menjadi diri sendiri dengan kemampuan dan disiplin. Kalau sudah memiliki kelebihan, jangan terus mengeluh,” ujarnya.
Marniati menambahkan, Marnia tidak hanya diarahkan pada kepentingan komersial. Menurutnya, produk yang dihadirkan juga membawa misi sosial, termasuk melalui hasil penjualan yang akan disalurkan untuk membantu anak-anak penderita kanker.
“Marnia lahir dari sebuah perjuangan, bukan dari kemudahan. Marnia lahir dari ujian Allah pascatsunami. Dari kondisi tanpa apa-apa, kami bangkit dan banyak melakukan kegiatan sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Safrina Salim mengatakan kecantikan perempuan perlu dibangun dari dalam dan luar diri.
“Semua perempuan itu cantik. Tetapi kita juga harus mampu merawat diri. Jangan merasa bersalah ketika merawat diri sendiri karena itu juga merupakan bentuk kecerdasan,” ujar Safrina.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak melalui keteladanan, akhlak dan kemampuan mengendalikan emosi.
Safrina juga mendorong perempuan berani mencoba dan mengembangkan potensi. Menurutnya, kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti.
“Semua perempuan punya potensi untuk maju. Kalau percaya diri sudah tumbuh, hambatan bukan lagi alasan. Kita harus terus mencoba karena kegagalan adalah batu loncatan untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan perempuan memiliki ruang untuk berkarya, bekerja dan mengembangkan karier tanpa mengabaikan peran dalam keluarga.
“Cantik itu luar dan dalam. Cantik ketika kita memiliki etika yang baik dan cerdas. Ayo berkarya, karena tugas kita bukan hanya mengurus rumah tangga, tetapi kita juga bisa bekerja dan mengembangkan karier,” katanya.
Talk show tersebut menegaskan pesan bahwa perempuan modern tidak cukup hanya tampil cantik, tetapi juga perlu cerdas, berkarakter, percaya diri dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.









