Aceh Tenggara — Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, dengan Desa Lawe Pinis, Kabupaten Aceh Tenggara, terus dipacu.
Pada Rabu (19/8/2026), Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat setempat melanjutkan pekerjaan dengan fokus pada pemasangan sling bawah jembatan.
Pemasangan sling menjadi salah satu tahapan penting karena berkaitan dengan kekuatan, kestabilan, dan keamanan konstruksi. Proses tersebut dilakukan secara cermat dengan memperhatikan kondisi medan serta keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Di lokasi, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu menyiapkan material, mengatur posisi sling, hingga memastikan proses pemasangan berjalan aman dan terkoordinasi.
Danposramil Ketambe Peltu Jumadin Selian mengatakan keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian dan komitmen untuk membantu masyarakat di wilayah binaan.
“Kehadiran personel TNI tidak hanya memberikan dukungan tenaga, tetapi juga memastikan pekerjaan berlangsung secara terkoordinasi sehingga setiap tahapan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan target penyelesaian tercapai sesuai rencana,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena akan menjadi akses penghubung yang mempermudah mobilitas warga antara Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis.
“Pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu bentuk upaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Babinsa sebagai aparat teritorial akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat, khususnya dalam pekerjaan yang berkaitan dengan kepentingan bersama,” katanya.
Jembatan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, serta mobilitas masyarakat lainnya.
Akses yang lebih mudah dan aman juga diharapkan dapat membantu warga membawa hasil pertanian dan memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari sehingga turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Keterlibatan warga secara sukarela bersama personel TNI sekaligus mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan bersama.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial, di mana Babinsa hadir secara langsung untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus membantu mencarikan solusi melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Dengan sinergi TNI, masyarakat, dan unsur terkait, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan dapat diselesaikan sesuai tahapan dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan jembatan itu nantinya diharapkan menjadi akses penghubung yang aman dan layak serta memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara.









