Home / Banda Aceh / Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:58 WIB

FOLU Goes to School Bekali Guru SD Kelola Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Guru SD Banda Aceh mengikuti pelatihan pengelolaan sampah di KamiKITA Community Center Banda Aceh. (Foto:Dok/LN)

Guru SD Banda Aceh mengikuti pelatihan pengelolaan sampah di KamiKITA Community Center Banda Aceh. (Foto:Dok/LN)

Banda Aceh – Sebanyak 50 guru Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kota Banda Aceh mengikuti hari kedua pelatihan pengelolaan sampah bertajuk FOLU Goes to School yang dipusatkan di KamiKITA Community Center, Rabu (23/07/2026).

Kegiatan ini menitikberatkan pada pembelajaran lapangan guna memperkuat pemahaman guru mengenai praktik pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sebagai upaya mendukung Program Adiwiyata dan target FOLU Net Sink 2030.

Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan berbagai praktik pengelolaan sampah, pertanian organik, serta pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan. Para guru diajak melihat secara langsung bagaimana sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sosial, sekaligus manfaat bagi lingkungan.

Pada sesi pertama, Pemateri Henny Cahyanti menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku manusia.

Baca Juga |  ATM Drive Thru Bank Aceh Hadir di Samping Masjid Raya

“Masalah sampah bersifat psikologis. Yang harus diperbaiki bukan hanya sampahnya, tetapi juga perilaku manusianya,” ujarnya.

Menurut Henny, perubahan perilaku harus dimulai dari lingkungan sekolah melalui keteladanan para guru sehingga budaya peduli lingkungan dapat tertanam sejak dini kepada peserta didik.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari pemateri Amber Desist mengenai pemanfaatan limbah kaca dan plastik menjadi berbagai produk kreatif melalui konsep ekonomi sirkular. Para guru didorong menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan sampah sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan siswa.

Peserta juga mengunjungi Kebun Organik KamiKITA. Kebun tersebut menjadi contoh ruang hijau yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim. Dari kunjungan tersebut, para guru memperoleh inspirasi untuk mengembangkan kebun sekolah sebagai laboratorium hidup bagi pembelajaran sains dan pendidikan lingkungan.

Baca Juga |  Kekerasan Daycare di Banda Aceh, APPAUDI Tekankan Standar Kompetensi Guru PAUD

Pada sesi praktik, pemateri Edi Ginting, memperagakan teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos dan media tanam. Menurutnya, pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus membantu menekan emisi gas rumah kaca.

Sepanjang kegiatan, para peserta aktif berdiskusi, mengamati proses pengelolaan sampah, serta mencoba berbagai teknik yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Sebagai tindak lanjut, setiap guru menyusun rencana aksi pengelolaan sampah yang akan diimplementasikan di lingkungan sekolah.

Pada penutupan kegiatan, ketua panitia, Mudassir mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal lahirnya gerakan nyata membangun sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Baca Juga |  Operasi Gabungan Sasar Dugaan Tambang Emas Ilegal di Aceh Besar

“Pelatihan ini bukanlah garis akhir, tetapi titik awal sebuah gerakan. Mulailah dari hal-hal sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengelola sampah organik. Ketika guru bergerak, sekolah akan berubah, dan ketika sekolah berubah, masyarakat pun akan ikut berubah,” katanya.

Melalui program FOLU Goes to School, para guru diharapkan menjadi penggerak utama pendidikan lingkungan di sekolah dasar sekaligus mendorong lahirnya sekolah-sekolah Adiwiyata baru di Kota Banda Aceh yang berkontribusi terhadap pengurangan sampah, pelestarian lingkungan, dan pencapaian target FOLU Net Sink 2030.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Hut purnawirawan Polri

Banda Aceh

Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Pesan Irjen Pol. Ruddi Setiawan
Hari Anak Nasional 2026 Gayo Lues

Gayo Lues

Kak Bimo Meriahkan HAN 2026 di Gayo Lues, Hampir 800 Anak Antusias Ikuti Dongeng Inspiratif
Hari anak Nasional 2026 di bener meriah bersama kak bimo

Bener Meriah

Kak Bimo Hibur dan Edukasi Anak PAUD di Bener Meriah
Road show kak Bimo berkisah di bireun

Bireuen

Road Show Kak Bimo Berkisah Ajak Orang Tua Wujudkan Generasi Berkarakter di Bireuen
Ultimatum penambang ilegal

Banda Aceh

Mualem Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penambang Ilegal Setelah 17 Agustus
Rapat koordinasi forkopimda aceh

Banda Aceh

Status Transisi Darurat Aceh Berakhir 30 Juli, Ini Sikap Mualem
Road Show kak Bimo berkisah

Banda Aceh

Hari Anak Nasional, Kak Bimo Hadirkan Keceriaan di Panti Aneuk Nanggroe 
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh