Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak masyarakat untuk terus merawat toleransi antarumat beragama, memperkuat kerukunan, serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda Aceh saat melaksanakan program Minggu Kasih di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Kampung Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan yang turut dihadiri sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Aceh tersebut, Kapolda bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan pendeta, pengurus gereja, serta jemaat.
Program Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus membangun komunikasi tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
Dalam dialog tersebut, Ruddi menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memperkuat persaudaraan.
Menurutnya, terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kapolda juga menyoroti persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan indikasi peredaran narkoba.
Selain persoalan narkoba, Kapolda turut mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, agar penyalurannya sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Polda Aceh bersama jajaran, kata dia, terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM. Masyarakat juga diharapkan melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan, penyalahgunaan, maupun praktik distribusi yang tidak sesuai aturan.
Untuk mendukung terciptanya keamanan lingkungan, Kapolda mengajak jemaat membangun komunikasi dan sinergi dengan Bhabinkamtibmas. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk meminta bantuan, menyampaikan pengaduan, atau melaporkan gangguan kamtibmas.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan program Minggu Kasih merupakan wujud komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat melalui komunikasi terbuka dan pendekatan humanis.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan antara kepolisian dan warga.
“Polri hadir untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Joko.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
Melalui program Minggu Kasih, Polda Aceh berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Dengan demikian, nilai toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat demi mewujudkan Aceh yang aman, damai, dan harmonis.









