Home / Banda Aceh / Ekonomi Bisnis

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:53 WIB

Ekspor Kopi Aceh Menurun, Devisa Capai Rp440 Miliar

Data ekspor kopi Aceh Januari hingga April 2026. (Foto:Dok/DJBC Aceh)

Data ekspor kopi Aceh Januari hingga April 2026. (Foto:Dok/DJBC Aceh)

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai devisa ekspor komoditas kopi dengan Daerah Asal Barang (DAB) Aceh selama Januari–April 2026 mencapai Rp440,99 miliar. Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp619,21 miliar dan tahun 2024 yang mencapai Rp925,67 miliar.

Data kepabeanan menunjukkan tren penurunan ekspor kopi Aceh dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, total devisa ekspor kopi Aceh tercatat sebesar Rp2,45 triliun. Namun pada 2025, nilainya turun signifikan menjadi Rp1,21 triliun.

Baca Juga |  Pentas Ceria PAUD Intan Payong Warnai Akhir Pekan

Kepala Kanwil DJBC Aceh mengatakan pihaknya terus menyajikan data ekspor dan impor secara transparan sebagai bentuk dukungan terhadap pengambilan kebijakan berbasis data serta evaluasi sektor unggulan daerah.

“Melalui penyajian data yang memenuhi prinsip readiness criteria, kami ingin memberikan gambaran yang utuh mengenai kekuatan dan perkembangan komoditas unggulan daerah. Data ekspor kopi ini menunjukkan bahwa secara agregat terjadi penurunan volume pengiriman barang, meskipun harga kopi di pasar global saat ini justru berada dalam tren meningkat,” ujarnya.

DJBC Aceh mengungkapkan, penurunan volume ekspor dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk berkurangnya aktivitas eksportir utama. Sejumlah perusahaan yang menjadi kontributor besar pada 2024 tercatat tidak lagi melakukan ekspor pada 2025, sementara sebagian eksportir aktif mengalami penurunan volume pengiriman.

Baca Juga |  Bea Cukai Aceh Perkuat Integritas di Sabang

Selain itu, sekitar 99 persen ekspor kopi asal Aceh masih dikirim melalui pelabuhan di luar Aceh. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam penguatan rantai logistik dan optimalisasi pelabuhan ekspor daerah.

Menurut DJBC Aceh, data tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kondisi sektor kopi Aceh di tengah tingginya harga kopi dunia.

Baca Juga |  Fenomena Langka: Siklon Senyar Picu Hujan Ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara

“Data ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memotret dinamika rantai pasok komoditas kopi secara lebih komprehensif. Dengan demikian, langkah strategis meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan potensi ekspor kopi Aceh dapat dirumuskan secara sinergis,” tambahnya.

DJBC Aceh menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekspor daerah melalui penyediaan data yang akurat, transparan, dan akuntabel guna mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt

Banda Aceh

HUT Ke-53, Bank Aceh Perkuat Transformasi dan Amanah
Gedung ojk

Ekonomi Bisnis

OJK: Industri Keuangan Syariah 2025 Tumbuh Positif

Banda Aceh

SBI Komit Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra

Ekonomi Bisnis

Direktur Utama SIG Pastikan Pasokan Semen di Aceh Kembali Normal
Aceh Product Launch Collaboration Day 2026.

Ekonomi Bisnis

Aceh Product Launch 2026 Perluas Pasar dan Peluang Bisnis UMKM
Sinergi PLN dan Kapolda Aceh.

Banda Aceh

PLN Apresiasi Dukungan Polda Aceh Jaga Proyek Strategis Nasional
Fadhlullah hadiri Milad XXVIII Dayah Inshafuddindin

Banda Aceh

Wagub Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Dayah