Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai devisa ekspor komoditas kopi dengan Daerah Asal Barang (DAB) Aceh selama Januari–April 2026 mencapai Rp440,99 miliar. Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp619,21 miliar dan tahun 2024 yang mencapai Rp925,67 miliar.
Data kepabeanan menunjukkan tren penurunan ekspor kopi Aceh dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, total devisa ekspor kopi Aceh tercatat sebesar Rp2,45 triliun. Namun pada 2025, nilainya turun signifikan menjadi Rp1,21 triliun.
Kepala Kanwil DJBC Aceh mengatakan pihaknya terus menyajikan data ekspor dan impor secara transparan sebagai bentuk dukungan terhadap pengambilan kebijakan berbasis data serta evaluasi sektor unggulan daerah.
“Melalui penyajian data yang memenuhi prinsip readiness criteria, kami ingin memberikan gambaran yang utuh mengenai kekuatan dan perkembangan komoditas unggulan daerah. Data ekspor kopi ini menunjukkan bahwa secara agregat terjadi penurunan volume pengiriman barang, meskipun harga kopi di pasar global saat ini justru berada dalam tren meningkat,” ujarnya.
DJBC Aceh mengungkapkan, penurunan volume ekspor dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk berkurangnya aktivitas eksportir utama. Sejumlah perusahaan yang menjadi kontributor besar pada 2024 tercatat tidak lagi melakukan ekspor pada 2025, sementara sebagian eksportir aktif mengalami penurunan volume pengiriman.
Selain itu, sekitar 99 persen ekspor kopi asal Aceh masih dikirim melalui pelabuhan di luar Aceh. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam penguatan rantai logistik dan optimalisasi pelabuhan ekspor daerah.
Menurut DJBC Aceh, data tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kondisi sektor kopi Aceh di tengah tingginya harga kopi dunia.
“Data ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memotret dinamika rantai pasok komoditas kopi secara lebih komprehensif. Dengan demikian, langkah strategis meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan potensi ekspor kopi Aceh dapat dirumuskan secara sinergis,” tambahnya.
DJBC Aceh menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekspor daerah melalui penyediaan data yang akurat, transparan, dan akuntabel guna mendorong pertumbuhan ekonomi regional.









