Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyiapkan sejumlah pilihan rekening tabungan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperluas akses terhadap layanan perbankan, sekaligus mendukung arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat memiliki rekening tabungan.
Dua produk yang disiapkan BSI yakni BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB. Kedua produk tersebut menawarkan kemudahan berupa bebas biaya administrasi bulanan karena menggunakan akad Wadiah atau titipan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, BSI TabunganKu diperuntukkan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Sementara BSI Tabungan SimPel iB ditujukan bagi masyarakat berusia di bawah 17 tahun.
“Dengan kemudahan ini, kami berharap dana bantuan yang disalurkan pemerintah dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” kata Anggoro dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Menurut Anggoro, salah satu keunggulan kedua rekening tersebut adalah tidak adanya biaya administrasi bulanan. Dengan demikian, saldo nasabah tidak berkurang setiap bulan akibat potongan biaya administrasi.
Kedua rekening tersebut juga terkoneksi dengan layanan BYOND by BSI, sehingga nasabah dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan perbankan secara digital.
Dari sisi setoran awal, BSI TabunganKu dapat dibuka dengan setoran minimal Rp20.000. Sementara BSI Tabungan SimPel iB memiliki setoran awal yang jauh lebih ringan, yakni mulai Rp1.000.
Kemudahan tersebut dinilai dapat membantu masyarakat dari berbagai kelompok untuk mulai membangun kebiasaan menabung tanpa harus terbebani biaya administrasi rutin.
Sebagai gambaran, apabila pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp50.000 kepada penerima manfaat melalui rekening tersebut, dana yang diterima tidak akan terpotong biaya administrasi bulanan. Dengan begitu, nominal bantuan dapat tetap tersedia secara utuh untuk digunakan memenuhi kebutuhan penerima manfaat.
BSI menilai skema tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan. Rekening yang mudah dibuka dengan biaya administrasi bulanan nol juga diharapkan dapat mendorong masyarakat yang selama ini belum memiliki rekening untuk mulai menggunakan layanan perbankan.
Selain kemudahan transaksi dan penyimpanan dana, penggunaan akad Wadiah memberikan pilihan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.
BSI juga mendorong masyarakat untuk mulai membangun perencanaan keuangan jangka panjang. Pengelolaan keuangan tersebut dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan, termasuk investasi berbasis syariah melalui layanan Tabungan Emas maupun persiapan ibadah haji sejak dini.
Melalui BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB, BSI menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan perbankan syariah yang mudah, terjangkau, dan dapat diakses berbagai lapisan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan BSI terhadap agenda pemerintah dalam memperluas akses keuangan masyarakat dan meningkatkan penetrasi keuangan syariah di Indonesia.









