Banda Aceh — Di tengah gelombang banjir besar yang melumpuhkan sejumlah kabupaten di Aceh, solidaritas para asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Aceh bergerak cepat. Mereka menggalang donasi internal secara mandiri untuk membantu sesama asesor yang terdampak langsung oleh bencana.
Koordinator aksi, Dhulhadi, mengatakan gerakan ini muncul spontan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral antarprofesi.

“Ini murni aksi kemanusiaan. Banyak rekan asesor yang rumahnya terendam, dokumen kerja rusak, bahkan ada yang terisolir. Kami tidak bisa tinggal diam,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Menurut Dhulhadi, seluruh bantuan berasal dari urunan para asesor BAN-PDM Aceh. Distribusi tahap pertama dimulai hari ini, dengan delapan relawan yang ditugaskan ke sejumlah titik banjir.
“Kami akan bergerak ke Kabupaten Pidie Jaya, sementara tim lain menyebar ke Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Fokus kami memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, obat-obatan ringan, perlengkapan ibadah, hingga dukungan psiko-sosial bagi asesor yang kehilangan berkas kerja dan aset pribadi akibat banjir.
Sekretaris BAN-PDM Aceh, Rosmiati, ikut mendampingi distribusi bantuan kepada para penerima.
Dhulhadi menegaskan bahwa aksi ini tidak berhenti pada tahap pertama saja. Jika kondisi belum membaik dalam beberapa hari ke depan, gelombang bantuan lanjutan akan segera disiapkan.
“Kita tidak bisa menunggu. Mereka membutuhkan hari ini. Gerak cepat adalah kunci,” tegasnya.








