Home / Bener Meriah / Lingkungan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:00 WIB

Road Show YABANI Berkisah Hari Kelima Tembus Dataran Tinggi Bener Meriah

Relawan Yabani Berkisah & Kak Bimo bersama anak-anak di Kampung Burni Pase Bener Meriah. (Foto:Dok/Ist).

Relawan Yabani Berkisah & Kak Bimo bersama anak-anak di Kampung Burni Pase Bener Meriah. (Foto:Dok/Ist).

Bener Meriah — Upaya pemulihan psikososial anak-anak terdampak bencana di wilayah dataran tinggi Aceh terus berlanjut. Memasuki hari kelima, Road Show YABANI Berkisah yang digagas Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) kembali menyambangi daerah terpencil di Kabupaten Bener Meriah. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kampung Burni Pase, Kecamatan Permata, Sabtu (24/1/2026), dengan menempuh medan yang dikenal ekstrem dan sulit dijangkau.

Kehadiran relawan YABANI bersama Kak Bimo, pendongeng nasional dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI), menjadi angin segar bagi anak-anak yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana alam.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi geografis yang menantang, aktivitas berkisah menjadi medium efektif untuk membangun kembali rasa aman, harapan, dan optimisme anak-anak.

Metode berkisah yang digunakan tidak sekadar hiburan. Kak Bimo menyampaikan kisah-kisah keteladanan para nabi yang sarat pesan tentang kesabaran, keikhlasan, dan ketangguhan menghadapi ujian hidup.

Baca Juga |  Road Show Yabani Berkisah Hari Keempat di Takengon Tanamkan Nilai Syukur Anak

Cerita disampaikan dengan gaya komunikatif dan ekspresif, membuat anak-anak terlibat aktif, tertawa, dan berani mengekspresikan emosi mereka, sebuah tahapan penting dalam pemulihan trauma pascabencana.

Dalam konteks kebencanaan, anak-anak kerap menjadi kelompok paling rentan. Minimnya ruang bermain dan pendampingan psikologis pascabencana berpotensi meninggalkan luka jangka panjang. Road Show YABANI Berkisah hadir untuk mengisi celah tersebut, dengan pendekatan berbasis nilai spiritual, pendidikan karakter, dan pemulihan mental.

Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kesehatan mental anak-anak di wilayah rawan bencana. Ia menekankan bahwa anak-anak harus kembali pada rutinitas normal mereka.

Tim relawan YABANI
Relawan Yabani Berkisah di lokasi terdampak, Bener Meriah. (Foto:Dok/Ist)

“Anak-anak harus tetap kuat dan semangat. Bencana jangan sampai mematahkan harapan mereka. Sekolah, bermain, dan tertawa adalah bagian dari proses pemulihan,” ujar Dhulhadi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Dukungan orang tua dan tokoh setempat memungkinkan anak-anak merasa aman dan diterima, sehingga proses pemulihan berjalan lebih alami.

Baca Juga |  Dari Banjir ke Harapan, YABANI Pulihkan Mental Anak Aceh Utara

Kegiatan YABANI Berkisah di Burni Pase juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Ibu bupati Bener Meriah, Meutia Fauziah Tagore, sebagai Bunda PAUD serta Ketua TP PKK dan Ketua PD HIMPAUDI, Karyati, turut hadir dan menyapa langsung anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan puisi yang mengangkat semangat harapan dan keberanian, sebagai bentuk dukungan moral bagi anak-anak dan relawan.

Kehadiran pimpinan daerah ini dinilai memberi pesan kuat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para relawan, Ketua TP PKK Bener Meriah bersama Ibu Sekretaris Daerah serta Ketua Himpunan Bener Meriah menyerahkan cinderamata kepada Kak Bimo dari PPMI, Dhulhadi selaku Ketua Posko YABANI, serta Kak Wahyu Qece dari HCI. Penyerahan tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas elemen dalam misi kemanusiaan.

Baca Juga |  Jembatan Darurat Bailey Jalur Lot Bener–Bener Pepanyi Mulai Dibangun TNI

Road Show YABANI Berkisah telah membuktikan bahwa pendekatan sederhana seperti mendongeng mampu menjadi alat pemulihan yang kuat, terutama di wilayah dengan akses layanan psikososial yang terbatas. Melalui cerita, anak-anak diajak memahami bahwa ujian hidup adalah bagian dari perjalanan, dan harapan selalu bisa tumbuh kembali.

Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya, YABANI menunjukkan bahwa kepedulian, konsistensi, dan kolaborasi mampu menembus batas.

Road show ini bukan hanya perjalanan fisik melintasi pegunungan, tetapi juga perjalanan kemanusiaan untuk memastikan anak-anak di pelosok negeri tetap memiliki masa depan yang cerah.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Hari anak Nasional 2026 di bener meriah bersama kak bimo

Bener Meriah

Kak Bimo Hibur dan Edukasi Anak PAUD di Bener Meriah
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Mentan tinjau pertanian kopi gayo

Bener Meriah

Mentan Janji Perkuat Pengembangan Kopi Gayo
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

Lingkungan

Mahasiswa Aceh-Malaya, Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera