Banda Aceh — PT Bank Aceh Syariah kembali menegaskan posisinya sebagai bank daerah syariah berdaya saing nasional. Dalam ajang 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Bank Aceh dianugerahi penghargaan Top Sharia Regional Bank, sementara Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, dinobatkan sebagai penerima 20 Best CEO Syariah Awards.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Marketing & Halal Summit 2026 yang digelar di Auditorium Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh The Iconomics Media dengan dukungan Axia Research itu mengusung tema Humanizing Halal Brand: Storytelling, Purpose, dan Trust. Tema tersebut menekankan pentingnya pendekatan humanis, nilai kepercayaan, serta tujuan sosial dalam pengembangan industri halal, termasuk sektor perbankan syariah.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.
Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh Syariah berdasarkan evaluasi komprehensif atas kinerja keuangan perusahaan. Penilaian mencakup analisis laporan neraca, laba rugi, hingga pendapatan komprehensif, guna memastikan keberlanjutan dan kesehatan bank dalam menjalankan operasional berbasis prinsip syariah.
Capaian tersebut mencerminkan konsistensi Bank Aceh dalam menjaga stabilitas keuangan sekaligus memperluas peran intermediasi ekonomi syariah di daerah.
Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diraih Fadhil Ilyas didasarkan pada hasil survei terhadap ribuan responden. Penilaian meliputi empat indikator utama, yakni popularity, competency, crisis leadership, dan personality. Pengakuan ini menempatkan Fadhil Ilyas sebagai salah satu figur pimpinan perbankan syariah nasional yang dinilai mampu mengelola institusi secara profesional sekaligus adaptif di tengah dinamika industri keuangan.
Fadhil Ilyas menyebut penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk memperkuat komitmen Bank Aceh Syariah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Aceh. Ia menegaskan bahwa perbankan syariah tidak hanya berkutat pada kepatuhan administratif terhadap prinsip syariah, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan publik melalui layanan yang humanis, jujur, dan berintegritas.
Dengan penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan perannya sebagai pionir bank daerah berbasis syariah yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.
Bank Aceh dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.








