Langsa — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Langsa mencatat kinerja menonjol sepanjang 2025, Rabu 14 Januari 2026.
Realisasi penerimaan negara melampaui target secara signifikan, dibarengi peningkatan kualitas pengawasan dan penindakan di bidang kepabeanan, cukai, serta narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP). Hingga 31 Desember 2025, penerimaan Bea Cukai Langsa mencapai Rp922,51 juta atau 503,27 persen dari target Rp183,30 juta.
Penerimaan didominasi sektor cukai sebesar Rp913,08 juta, sementara bea masuk tercatat Rp9,42 juta. Secara tahunan, capaian ini tumbuh 83,9 persen dibandingkan 2024, mencerminkan efektivitas pengawasan dan pelayanan, khususnya pada sektor cukai.
Di sisi penegakan hukum, Bea Cukai Langsa mencatat 5 penindakan kepabeanan dengan nilai barang sekitar Rp6,46 miliar, 79 penindakan cukai terhadap 6,13 juta batang rokok ilegal, serta 18 penindakan NPP.
Barang bukti narkotika yang diamankan meliputi sabu, kokain, ganja, dan MDMA, dengan estimasi pencegahan penyalahgunaan hingga 1,16 miliar jiwa dan potensi penghematan biaya rehabilitasi negara sekitar Rp1,87 triliun.
Selain fungsi fiskal dan penegakan hukum, Bea Cukai Langsa juga memperkuat peran sosial dan ekonomi. Melalui pembinaan UMKM, asistensi industri, serta aksi kemanusiaan penanganan banjir di Langsa dan Aceh Tamiang, institusi ini menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Sepanjang 2025, Bea Cukai Langsa terlibat langsung dalam distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan pemulihan ekonomi pascabencana.








