Banda Aceh — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggelar konferensi pers pada Jumat, 6 Februari 2026, guna memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 sekaligus meluncurkan program layanan terbaru bertajuk Langkah Emas.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi BSI. Pada tahun tersebut, BSI resmi berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sekaligus mencatatkan pertumbuhan nasabah yang signifikan.
“Sepanjang 2025, BSI berhasil menambah sekitar 2 juta nasabah baru. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah BSI,” ujar Anggoro.
Selain pertumbuhan nasabah, BSI juga menegaskan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan yang difokuskan pada sektor-sektor strategis, termasuk sinergi BUMN, rumah sakit, sektor pendidikan, UMKM, serta pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anggoro menjelaskan, sekitar 90 persen pembiayaan BSI disalurkan untuk mendukung sektor-sektor tersebut. Secara total, nilai pembiayaan yang telah disalurkan BSI sepanjang 2025 mencapai Rp318,8 triliun.
“Porsi pembiayaan terbesar disalurkan kepada segmen pegawai ASN, BUMN, TNI, dan Polri, yang mencapai 55,13 persen dari total pembiayaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, BSI juga meluncurkan program Langkah Emas, sebuah inisiatif layanan yang menekankan penguatan budaya pelayanan kepada nasabah. Emas merupakan akronim dari Empati, Melayani, Antusias, dan Sepenuh Hati, yang diharapkan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas layanan BSI ke depan.
Melalui capaian kinerja dan peluncuran program tersebut, BSI optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.








