Home / Ekonomi Bisnis

Senin, 29 Juni 2026 - 12:12 WIB

BSI Perkuat Pembiayaan Produktif Lewat Penempatan SAL

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. (Foto:Dok/BSI)

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. (Foto:Dok/BSI)

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan.

Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat likuiditas industri perbankan sehingga memperbesar kapasitas pembiayaan produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, pengelolaan SAL secara optimal membutuhkan sistem keuangan yang sehat, kuat, dan memiliki likuiditas yang memadai.

“Kolaborasi pemerintah dan industri perbankan sangat penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, serta memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, dan pembangunan nasional,” ujar Anggoro dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Baca Juga |  Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

Sebagai anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan layanan keuangan syariah yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kepercayaan pemerintah melalui penempatan SAL, kata Anggoro, akan dimanfaatkan untuk memperluas pembiayaan produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Penempatan SAL juga membantu menekan biaya dana (cost of fund), sehingga ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif semakin besar. Dampaknya, masyarakat dan UMKM dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau sehingga aktivitas ekonomi terus tumbuh,” katanya.

Baca Juga |  Bank Aceh dan Kodam IM Perkuat Kolaborasi Ekonomi Aceh

Di sisi lain, BSI terus memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA), yang ditopang oleh pertumbuhan Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, serta akselerasi layanan digital. Perseroan juga memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mengantongi izin bullion.

Kinerja keuangan BSI hingga April 2026 turut menunjukkan tren positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen secara tahunan (year on year). Sementara nilai tabungan meningkat 22,02 persen menjadi Rp165 triliun dengan rasio CASA sebesar 63,48 persen.

Baca Juga |  BSI Miliki 19.293 Agen di Aceh, Transaksi Tembus Rp69 Triliun

Di sektor pembiayaan, BSI membukukan pertumbuhan sebesar 15,59 persen menjadi Rp332 triliun. Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 1,80 persen.

Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI menegaskan komitmennya mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

BSI Perkuat Pembiayaan Kendaraan Listrik

Banda Aceh

Lexa Expo 2026 Hadir di Banda Aceh, Dorong Pelaku Usaha Kosmetik dan Produk Bayi
Marnia kosmetik produk.

Banda Aceh

Marnia Kenalkan Kosmetik Lokal di Wisuda UUI

Ekonomi Bisnis

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen dan Pasar Ekspor
Forum evaluasi program CSR Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Perkuat CSR Lewat Aspirasi Warga
Digitalisasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank Aceh di Bireun

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Digitalisasi Keuangan Sekolah di Bireuen
Sinergitas antar lembaga da instansi

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Sinergi dengan Polda Aceh
Perlindungan data nasabah BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Sertifikasi ISO 27701 untuk Lindungi Data Nasabah