Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan berbasis syariah bagi jutaan pekerja penerima upah (PU).
Melalui kolaborasi tersebut, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kini memiliki kesempatan lebih luas memperoleh pembiayaan rumah melalui produk BSI Griya dengan skema syariah yang lebih mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.
Program ini memberikan sejumlah kemudahan, di antaranya angsuran tetap hingga masa pembiayaan berakhir serta tenor hingga 30 tahun. Skema tersebut diharapkan membantu pekerja merencanakan keuangan keluarga secara lebih pasti sekaligus menjaga stabilitas arus kas rumah tangga.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang besar terhadap berbagai industri. Melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI menghadirkan solusi nyata agar pekerja dapat memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil,” ujar Anggoro.
Menurutnya, produk BSI Griya juga dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang kini mendominasi portofolio pembiayaan perumahan perseroan. Dengan sistem angsuran tetap, nasabah dapat menyusun perencanaan keuangan jangka panjang secara lebih terukur.
Kinerja pembiayaan perumahan BSI juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya mencapai Rp60,80 triliun. Secara keseluruhan, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp335 triliun, meningkat 14,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan segmen konsumer menjadi kontributor utama.
Di sisi kualitas pembiayaan, rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross membaik menjadi 1,80 persen, turun dari 1,88 persen pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyambut baik bergabungnya BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan.
“Kerja sama ini diharapkan semakin memudahkan peserta memiliki rumah sebagai aset jangka panjang sekaligus bekal menuju kehidupan yang lebih sejahtera di masa pensiun. Dengan kebutuhan dasar berupa hunian terpenuhi, pekerja dapat bekerja lebih tenang dan produktif,” kata Saiful.
Ke depan, kolaborasi kedua lembaga akan terus diperluas, tidak hanya pada pembiayaan perumahan syariah, tetapi juga berbagai program pemberdayaan bagi peserta maupun ahli waris BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia.









