Banda Aceh – Motivator dan akademisi, Fajran Zain, memberikan sesi Orientasi Perguruan Tinggi dan Strategi Meraih Beasiswa kepada siswa-siswi SMA Negeri 9 Banda Aceh, Sabtu (28/2/2026).
Dalam pemaparannya, Fajran mengisahkan perjalanan pendidikannya dari jenjang Sarjana di UIN Syahid Jakarta hingga jenjang Magister dan Doktoral di Amerika Serikat dan Australia. Ketiga jenjang itu menggunakan skema Beasiswa.
Ia menegaskan bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih kursi pendidikan tinggi.
“Kalau saya bisa, kenapa kalian tidak bisa? Ayah saya seorang tukang jahit dan ibu seorang IRT” ujarnya dihadapan ratusan siswa.
Ia menekankan pentingnya perencanaan hidup sejak dini. Mengutip kalimat motivasinya, Fajran menyampaikan, “If you fail to plan, you plan to fail. Jika kalian gagal membuat rencana, artinya kalian sedang merencanakan kegagalan.”
Menurutnya, peluang untuk melanjutkan pendidikan terbuka lebar, baik melalui skema pribadi ataupun skema beasiswa dalam maupun luar negeri. Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Aceh memiliki berbagai program dan dukungan pendanaan pendidikan yang bisa dimanfaatkan generasi muda.
Dalam sesi interaktif, Fajran mengajak siswa berdialog melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana namun reflektif, yang memancing keberanian berpikir dan menyusun target masa depan. Di akhir kegiatan, ia menerima beberapa konsultasi one-to-one oleh beberapa orang siswa.

Salah seorang siswi dari kelas Xll Aqayla yg bercita cita bekerja di Kejaksaan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami karena dapat memotivasi kami untuk terus belajar hingga kami meraih impian kami.
Kepala SMA Negeri 9 Banda Aceh, Zulfikar, SE.,M.Si menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan.
“Kami berupaya maksimal meningkatkan kualitas siswa, salah satunya dengan menghadirkan narasumber seperti Dr. Fajran Zain untuk memberikan pembekalan bagaimana cara masuk perguruan tinggi. Harapannya, anak-anak termotivasi melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, para siswa telah mempersiapkan diri menghadapi jalur penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi dan talenta.
Menurut Zulfikar, terdapat dua faktor utama yang dapat mengubah masa depan generasi muda.
“Pertama pendidikan, karena pendidikan mampu mengubah perilaku. Kedua ekonomi, karena dengan kondisi ekonomi yang baik, kualitas hidup juga akan meningkat,” katanya.
Kegiatan motivasi tersebut rutin digelar pihak sekolah selama bulan Ramadan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan visi masa depan siswa.
Dengan pesan sederhana namun kuat, Fajran menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir dari privilese, melainkan dari visi, disiplin, dan keberanian bermimpi besar.








