Home / Lingkungan

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:53 WIB

Selamatkan Satwa Dilindungi, YIARI dan OIC Apresiasi Dedikasi dan Kinerja Bea Cukai Langsa

Penyerahan penghargaan YIARI kepada Bea Cukai Langsa. (Foto:Dok Bea Cukai Langsa)

Penyerahan penghargaan YIARI kepada Bea Cukai Langsa. (Foto:Dok Bea Cukai Langsa)

Langsa — Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama Orangutan Information Centre (OIC) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bea Cukai Langsa dalam rangka membangun sinergi sekaligus memberikan apresiasi kepada jajaran Bea Cukai Langsa pada Rabu (25/2/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Bea Cukai Langsa dalam menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar dilindungi ke luar negeri, serta komitmen kuat dalam penegakan hukum dan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama YIARI, Dr. Karmele Llano Sanchez, yang didampingi oleh Direktur Operasional Program YIARI, Argito Ranting, Direktur Utama OIC, Syafrizaldi, serta Manager Program OIC, Dedi Wahyudi.

Kehadiran para pimpinan dari kedua lembaga konservasi ini mencerminkan besarnya makna langkah-langkah nyata yang telah diambil oleh Bea Cukai Langsa dalam menjaga kelestarian satwa liar Indonesia dari ancaman perdagangan ilegal lintas batas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Karmele Llano Sanchez menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh petugas Bea Cukai Langsa.

Melalui kolaborasi yang solid antara lembaga konservasi, pemerintah, dan aparat penegak hukum, terdapat harapan besar bahwa Indonesia dapat menjadi contoh nyata bagi dunia dalam hal perlindungan satwa liar dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.

Sesungguhnya, menjaga satwa liar dilindungi berarti menjaga kehidupan itu sendiri demi bumi yang lebih lestari dan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh makhluk hidup yang menghuni kepulauan Nusantara yang kaya ini.

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan bukan hanya menyelamatkan individu satwa, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta mempertahankan warisan alam Indonesia untuk generasi mendatang.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aktivis CSO Sumatera desak percepatan pemulihan bencana

Lingkungan

CSO Sumatera Desak Percepatan Pemulihan Bencana
Longsor Aceh tengah

Lingkungan

Personel Kodim 0106/Aceh Tengah Gerak Cepat Tangani Longsor di Genting Gerbang
Olah TKP di Krueng jalin Aceh besar.

Lingkungan

Air Sungai Keruh, Polres Aceh Besar Lakukan Pengecekan Terkait Dugaan tambangan Emas Ilegal
Konflik antara manusia dan gajah

Lingkungan

‎Jaringan Gajah Nasional Desak Pemerintah Realisasi Turunan Qanun Satwa Liar di Aceh 
Hari bumi. Tambang ilegal di kawasan Cagar Alam Jantho.

Lingkungan

Cagar Alam Jantho Rusak Akibat Tambang Ilegal
Kondisi siang hari di Banda aceh

Lingkungan

Cuaca Banda Aceh Makin Terik Februari–Maret, Ini Penjelasannya
Peta wilayah tambang

Lingkungan

20 IUP Tambang Terbit di Aceh 2025, Siapa Pejabat Penandatangan?
tanam mangrove program Green Policing

Lingkungan

Wujudkan Green Policing, Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Alue Naga