Home / News

Senin, 23 Februari 2026 - 20:42 WIB

Ironi MBG Ramadan, Jatah Dipangkas dan Distribusi Tersendat

Paket makanan Program Makan Bergizi untuk 3 hari ke depan yang diterima siswa saat Ramadan di Banda Aceh. (Foto:Dok/Ist)

Paket makanan Program Makan Bergizi untuk 3 hari ke depan yang diterima siswa saat Ramadan di Banda Aceh. (Foto:Dok/Ist)

Banda Aceh – Program Makan Bergizi (MBG) yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi pelajar kembali menjadi sorotan pada bulan Ramadan 1447 H, Senin (23/02/2026).

Sejumlah sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar melaporkan paket makanan yang diterima siswa hanya terdiri dari dua potong roti, satu butir telur, buah, serta kacang atau kurma.

Pola menu yang relatif seragam dan minim variasi itu memicu pertanyaan mengenai standar gizi, kecukupan kalori, serta kesesuaian komposisi makanan untuk kebutuhan anak saat menjalankan ibadah puasa.

Sorotan semakin tajam setelah muncul informasi bahwa alokasi anggaran MBG disebut mencapai Rp45.000 per siswa. Jika dibandingkan dengan estimasi harga bahan makanan yang diterima siswa selama tiga hari, sejumlah pihak menilai terdapat potensi selisih signifikan.

Baca Juga |  Dr. Alpi Sahari, Mengubah Polri Sama dengan Mengubah Konstitusi

Dugaan pemangkasan anggaran hingga sekitar Rp20.000 per siswa pun mencuat. Dalam skala ratusan hingga ribuan penerima manfaat, potensi selisih tersebut dinilai cukup besar dan perlu klarifikasi resmi dari penyelenggara program.

Selain persoalan nilai anggaran, kendala teknis juga terjadi di lapangan. Beberapa sekolah mengaku telah menunggu distribusi dalam waktu lama, namun paket MBG tak kunjung datang dengan alasan kesiapan logistik. Situasi ini menempatkan pihak sekolah dalam posisi sulit karena siswa dan orang tua sudah menerima informasi jadwal pembagian.

Baca Juga |  Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terungkap di Gayo Lues

Dalam konteks Ramadan, ketepatan waktu distribusi menjadi faktor krusial. Program pangan untuk anak sekolah tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga hak dasar anak atas asupan gizi yang layak.

Seharusnya, program sosial berskala besar seperti MBG harus didukung tata kelola transparan, sistem logistik yang terukur, serta pengawasan independen agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Baca Juga |  Imigrasi Banda Aceh Luncurkan Layanan SIKUPI di Pidie, Layani 51 Pemohon Paspor

Desakan evaluasi menyeluruh pun menguat, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga distribusi di tingkat sekolah. Publik meminta audit terbuka serta publikasi standar gizi dan biaya agar pelaksanaan MBG berjalan akuntabel.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program peningkatan gizi anak, terutama di momen Ramadan yang membutuhkan penyesuaian pola konsumsi secara tepat dan terencana.

Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait rincian komponen biaya, standar harga satuan bahan pangan, maupun mekanisme pengawasan distribusi.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

News

Dubes Australia Apresiasi PERMAMPU-PESADA

News

Wagub Aceh Pantau Kondisi Infrastruktur dan PDAM di Aceh Tamiang

News

UMKM Aceh Bersinar di Persit Bisa 2026

News

Kapolda Aceh Tekankan Profesionalisme saat Kunker ke Polresta Banda Aceh

News

Tabungan Haji dan Bisnis Emas Dongkrak Kinerja BSI pada Triwulan I 2026
Audiensi Sengketa bumi flora

Daerah

Polda Aceh Mediasi Sengketa HGU PT Bumi Flora
Masa aksi demo JKA di kantor gubernur aceh

News

Demo Pergub Nomor 2 JKA Berlanjut Hingga Malam, Polisi Kawal Ketat Lokasi
Aksi Demo Aliansi Rakyat Aceh

News

Demo Jilid Kedua, Massa Desak Gubernur Cabut Pergub Nomor 2 Segera Secara Resmi