Aceh Besar – Suasana ceria dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Family Gathering SD dan PAUD Intan Payong yang berlangsung di Ocean Dream, Lampuuk, Aceh Besar, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Intan Payong untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara orang tua siswa, guru, dan seluruh peserta didik.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa bersama orang tua dari SD dan PAUD Intan Payong. Sejak awal acara, suasana penuh kegembiraan terlihat melalui berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak, orang tua, serta para guru.
Direktur SD dan Paud Intan Payong, Dhulhadi, mengatakan Family Gathering merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna penting dalam membangun kedekatan dan komunikasi antara pihak sekolah dengan keluarga siswa.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di lingkungan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mempererat silaturahmi dan keakraban antara orang tua dan guru. Kami berharap hubungan yang sudah terjalin dapat semakin kuat sehingga proses mendidik dan mendampingi anak-anak berjalan lebih baik,” ujar Dhulhadi.
Berbeda dari kegiatan formal di lingkungan sekolah, Family Gathering kali ini dikemas secara santai, interaktif, dan menyenangkan. Berbagai permainan edukatif dipandu oleh Tim Bang Wahyu KeCe dari Training HCI Aceh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti anak-anak, orang tua, dan para guru. Suasana semakin meriah melalui sesi ice breaking dan fun games yang mengundang gelak tawa sekaligus membangun kekompakan antar peserta.
Sejumlah permainan yang diberikan juga memiliki pesan edukatif tentang pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Melalui permainan bola seluncur, peserta diajak memahami pentingnya fokus, kerja sama, dan komunikasi dalam mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, permainan geser koin membawa pesan bahwa setiap anak memiliki kehebatan dan potensi masing-masing. Orang tua diajak untuk lebih sabar, tidak mudah membandingkan anak dengan orang lain, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai kemampuan.
Pesan menarik lainnya disampaikan melalui permainan Hula Hoop. Aktivitas ini mengajarkan bahwa orang tua perlu menyesuaikan diri dengan anak, memahami kebutuhan, serta mengikuti ritme tumbuh kembang mereka.
Dengan pendekatan permainan tersebut, orang tua diajak melihat bahwa mendidik anak bukan semata-mata tentang menuntut mereka mengikuti keinginan orang dewasa, melainkan juga tentang bagaimana orang tua belajar memahami dunia anak.
Keceriaan yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi gambaran bahwa kebersamaan antara sekolah dan keluarga dapat dibangun melalui cara-cara sederhana, tetapi penuh makna.
Melalui Family Gathering ini, Intan Payong berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara guru dan orang tua dalam mendampingi generasi muda. Sebab, anak-anak yang tumbuh dengan dukungan, kesabaran, komunikasi, dan kasih sayang akan memiliki ruang lebih luas untuk mengenali serta mengembangkan potensi terbaiknya.
Lebih dari sekadar rekreasi bersama, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi. Sekolah mendidik, orang tua mendampingi, dan anak-anak tumbuh dengan bahagia.









