Banda Aceh – Tiga siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banda Aceh meraih medali emas pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) cabang Riset (MYRES) Aceh 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi gim digital interaktif untuk edukasi konservasi ekosistem laut.
Ketiga siswi itu adalah Cut Talitha Nasywa, Rita Hindawati, dan Clarence Athaillah Khairunnisa. Mereka meraih juara I bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Pembangunan Nasional jenjang Madrasah Aliyah dalam Ajang Prestasi Robotik, Sains, Olahraga, dan Seni (APRESIASI) Madrasah Aceh 2026 yang berlangsung pada 13–16 Oktober 2026.
Penelitian mereka berjudul “Misi Selamatkan Laut: Pengembangan Game Digital Interaktif untuk Edukasi Konservasi Ekosistem Laut”. Gim tersebut dirancang dalam lima level yang mengajak pemain membersihkan sampah laut, mengamati kondisi lingkungan, menyelamatkan ikan, dan menyelesaikan berbagai tantangan.
Setiap level dilengkapi misi, kuis, skor, serta lencana penghargaan. Pendekatan itu dirancang untuk membuat pembelajaran tentang lingkungan lebih menarik dan interaktif bagi generasi muda.
Cut Talitha Nasywa mengatakan, pengembangan gim tersebut bertujuan menghadirkan alternatif media pembelajaran mengenai kelestarian laut.
“Kami ingin menghadirkan cara belajar yang lebih menarik bagi generasi muda. Melalui gim ini, kami berharap anak-anak dan remaja dapat mengenal persoalan sampah plastik serta memahami pentingnya menjaga kehidupan biota laut,” ujarnya.
Dalam proses penelitian, ketiga siswi mendapat pendampingan guru pembimbing Salamun dan Yuliansyah, mulai dari pengembangan gagasan hingga penyempurnaan produk.
Selain medali emas, MAN 1 Banda Aceh juga meraih medali perunggu pada bidang Sustainable Development Goals (SDGs). Penghargaan tersebut diraih Dhiya Fairuz Malihah dan Cut Fina Nailatul Izzah melalui penelitian berjudul “Escape Road sebagai Mitigasi Tsunami bagi Pedagang dan Pembeli Pasar Al Mahira Kota Banda Aceh”.
Penelitian itu membahas kebutuhan jalur evakuasi tsunami bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.
Kepala MAN 1 Banda Aceh, Dr. Nursiah, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi capaian para siswa. Ia berharap prestasi tersebut memotivasi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir ilmiah, dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Koordinator OMI Riset (MYRES) Aceh 2026, Nurmahni Harahap, M.Pd., menyebut kompetisi tersebut diikuti 72 pendaftar dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Aceh. Tahapan kompetisi meliputi seleksi laporan penelitian, presentasi daring, serta grand final dan ekspo di MAN 1 Banda Aceh pada 14–15 Oktober 2026.
Menurut Nurmahni, OMI Riset bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan wadah untuk menumbuhkan budaya penelitian, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa madrasah.
Dua capaian tersebut memperlihatkan bagaimana riset pelajar dapat diarahkan pada persoalan nyata, mulai dari edukasi konservasi laut hingga kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil penelitian dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.









